
Noviari Noor: Masukan Fraksi Jadi Penguat Penyempurnaan Program Pembangunan Kutim
SANGATTA –Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Noviari Noor mengahadiri Rapat Paripurna ke-XIII yang berlangsung di ruang sidang utama, DPRD Kutim, Kawasan pemerintahan Bukit Pelangi, Sangatta,Selasa (25/11/2025)
Rapat yang di pimpin langsung oleh Ketua DPRD Kutim Jimmi tersebut di hadiri oleh 26 anggota legislatife, perwakilan Forkopimda, Perangkat Daerah serta undangan tersebut mengagendakan mendengar pemandangan fraksi DPRD Kutim, terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Secara umum seluruh fraksi di DPRD Kutim setuju untuk di lanjutkan. Namun bebebrapa catatan juga di sampaikan olejh masing-masing juru bicara yang membacakan pandangan terutama yang berkaitan dengan kondisi fiskal daerah dan akuntabilitas belanja.
Ditemui awak media, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Noviari Noor yang hadir mewakili Bupati Ardiansyah mengatakan, pemeirntah memberikan apresiasi terhadap pandangan yang di sampaikan oleh seluruh fraski DPRD Kutim. seluruh masukan yang bersifat saran dan kritik menjadi masukan yang sangat baik demi penyempurnaan program kerja, peningkatan kinerja pemerintahan, serta percepatan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dirinya juga menegaskan bahwa Pemerintah daerah akan menindaklanjuti setiap rekomendasi yang disampaikan melalui mekanisme pembahasan berikutnya, sehingga kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dapat semakin kuat dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan di Kutim.
"Nah, besok juga sudah di jadwalkan untuk Paripurna tanggapan pemerintah, jadi secara resmi kami akan sampaikan besok,” ucap Noviari Noor singkat.
Penulis : Irhan
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.