Wed 14/01/2026
  Admin Berita Berita

Rapat Monev MBG Kutim Bahas Kendala Aksesibilitas dan Progres SPPG




SANGATTA –Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar rapat monitoring dan evaluasi MBG di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Rapat yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteranaan Rakyat, Setkab Kutim Trisno berlangsung di ruang rapat Diskominfo Staper, Rabu, Rabu (14/1/2026). 

Hadir pada rapat yang berlangsung secara daring (zoom metting) ini, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kutim, Dwi Nur Shinta, Perangkar Daerah (PD) terkait termasuk para mitra yang akan melaksanakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Dwi Nur Shinta Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Kutim, menyebut rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 95 titik. Dengan rincian  untuk usulan pertama terdapat 73 titik dan selanjutnya sebanyak 22 titik. Namun pada pelaksanaanya masih ada beberapa SPPG yang belum berjalan

Menurutnya, persoalan aksesibiltas menjadi persoalan utama terutama di daerah pedalaman dan pesisir yang belum memiliki  akses jalan yang representatif. Sehingga menghambat distribusi bahan baku dan peralatan untuk program MBG. Contohnya di Kecamatan Muara Ancalong.

Sementara itu, Asisten Pemkesra Trisno menyebut, tujuan adanya rapat ini bertujuan untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai dengan target yang sudah di tetapkan. Serta mengetahui kendala maupun persoalan yang menghambat proses pelaksanaan MBG di Kutim. 

“Setelah kita lakukan identifikasi tadi, ada beberapa investor yang memang sama sekali tidak berprogres dan ada yang berprogres, namun belum optimal. Contoh di Kecamatan Telen. Salah satu faktor yang diungkapkan adalah aksesibiltas yang terbatas, terutama terkait bencana banjir yang membuat progres tidak optimal,” jelas Trisno

Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa hasil dari rapat hari ini langsung mendapatkan respon dari Satgas Badan Gizi Nasional (BGN), dirinya juga menambahkan agar, nantinya dalam penyusunan laporan disertakan data dan bukti dukung yang akurat. 

“Baik sudah progres maupun sewa harus sampaikan bukti dukungnya. Kita berikan waktu untuk menyampaikan data dukung progresnya paling lambat hari ini (Rabu) sampai jam 17.00 wita. Dan Setelah data dukung itu kita himpun akan kita sampaikan laporan ke BGN pusat,” tuturnya. 

Dirinya juga  berharapa kepada seluruh mitra agar mengoptimalkan seluruh proses pelaksanaan untuk mendukung program MBG di Kutim. termasuk menjalin koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. 

“Ke depannya dapat segera terealisasi, sehingga manfaat dari Program MGB dapat dirasakan oleh masyarakat,” tutupntya.

Untuk diketahui, Pemerintah sedang mempercepat pembangunan dapur SPPG di wilayah tertinggal untuk memastikan pemerataan gizi. Target 2026 Mensesneg Prasetyo Hadi menargetkan sekitar 35.000 SPPG rampung pada tahun 2026 untuk melayani 82,9 juta penerima manfaat.


Penulis : Wak Hedir

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.