SANGATTA — Bagi sebagian warga, pekarangan rumah mungkin hanya menjadi ruang kosong di sela-sela bangunan. Namun, di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 52 Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, ruang sederhana itu didorong menjadi sumber pangan sekaligus langkah kecil untuk membantu meringankan pengeluaran keluarga.
Melalui program unggulan TANI KAMI (Tanam Nilai Kebersamaan untuk Kemandirian Pangan), mahasiswa KKN mengajak warga di tujuh RT di Desa Sangatta Utara, Kutai Timur, untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam tanaman hortikultura.
Kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Agustus 2026 itu menyasar RT 03, RT 23, RT 24, RT 38, RT 42, RT 55, dan RT 62. Sebanyak 300 bibit cabai dan terong dibagikan kepada warga untuk ditanam secara bersama-sama.
Ketua Kelompok KKN 52 Unmul, Akbar Saputra, mengatakan gagasan tersebut berawal dari pengamatan mahasiswa terhadap banyaknya lahan di sekitar rumah warga yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan.
Di sisi lain, harga sejumlah kebutuhan dapur, terutama cabai, yang kerap mengalami kenaikan dinilai cukup membebani pengeluaran rumah tangga.
“Fluktuasi harga komoditas seperti cabai sering kali mengganggu stabilitas pengeluaran harian warga. Melalui aksi kecil ini, kami berharap setiap keluarga memiliki sedikit benteng untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” ujar Akbar.
Menurutnya, program tersebut tidak sekadar membagikan bibit. Mahasiswa juga ingin membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat, bahwa memenuhi sebagian kebutuhan dapur bisa dimulai dari halaman rumah sendiri.
Pelaksanaan program pun mendapat dukungan dari kader Dasawisma dan ibu-ibu PKK di masing-masing wilayah. Mereka turut membantu mahasiswa dalam mengoordinasikan warga, memastikan pembagian bibit berjalan merata, sekaligus mendampingi proses penanaman.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Sekitar 300 peserta yang didominasi pengurus PKK dan kader Dasawisma dari tujuh RT sasaran mengikuti edukasi hingga praktik menanam secara langsung.
Bagi mahasiswa, keterlibatan warga menjadi bagian penting dari keberhasilan program. Sebab, bibit yang dibagikan bukanlah tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan tanaman tersebut tumbuh dan dirawat hingga menghasilkan.
Karena itu, warga juga diberikan pengetahuan sederhana mengenai teknik penanaman dan perawatan tanaman agar dapat dipanen secara berkala.
“Harapannya, ini tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai. Kami ingin apa yang sudah dimulai bersama warga bisa terus dirawat dan dikembangkan,” kata Akbar.
Ia berharap TANI KAMI dapat menjadi langkah awal untuk membangun lingkungan yang lebih hijau sekaligus memperkuat kemandirian pangan keluarga dari hal yang paling sederhana.
Sementara itu, Ketua RT 55 Desa Sangatta Utara, Maezar, menyambut baik program yang dibawa mahasiswa KKN Unmul tersebut.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan merupakan hal sederhana, tetapi memiliki manfaat besar jika dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
“Semoga ini menjadi langkah awal untuk membiasakan masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah. Tidak harus dengan lahan yang luas, yang penting mau memulai,” ujarnya.
Dari bibit-bibit kecil yang ditanam di halaman rumah, warga kini memiliki harapan baru. Bukan hanya untuk memanen cabai dan terong, tetapi juga untuk menumbuhkan kebiasaan saling membantu dan menjaga ketahanan pangan keluarga dari lingkungan sendiri.