
Simulasi Digelar di SMA Negeri 1 Teluk Pandan Foskuskan Penanganan Kebakaran yang Diakibatkan oleh Korsleting Listrik dan Kompor
TELUK PANDAN- SMA Negeri 1 Teluk Pandan mendapatkan kesempatan berharga untuk menjadi lokasi simulasi penanganan bencana kebakaran aset bangunan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang berlangsung pada Kamis (11/12/2025).
Kegiatan yang berlokasi di halaman gedung sekolah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara empat instansi yakni Satpol PP Kaltim, Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan, Kaltim, Kutim serta Bontang. Dan merupakan bagian dari program penanganan kebakaran aset milik daerah di wilayah perbatasan.
Ratusan siswa nampak antusias mengikuti berbagai rangkaian cara penanganan kebakaran diperagakan oleh para petugas yang dengan sabar memberikan contoh langsung mulai dari teknik dasar pemadaman, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga langkah evakuasi saat keadaan darurat. Para siswa tidak hanya menyimak, tetapi juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung agar memahami prosedur keselamatan dengan benar.
Mewakili Kepala Dinas, Plt Kabid Pemadaman dan Pengendalian, Damkar Kutim, Suryadhi Amin, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana terutama bahaya kebakaran yang bisa saja terjadi kapan saja.
"Perlu adanya kolaborasi yang harus kita bangun untuk bisa sama-sama mencegah terjadinya bencana kebakaran, Salah satunya melalui sosialisasi yang kita lakukan hari ini, " ujarnya.
Dalam kesempatan itu, mewakili pemerintah daerah, dirinya juga juga memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Damkar Kota Bontang yang secara aktif terus memberikan bantuan pemadaman api apabila terjadi kebakaran di sekitar wilayah Teluk Pandan.
"Saya harap sosialisasi ini menjadi agenda rutin tahunan yang lebih banyak melibatkan sekolah, serta masyarakat, agar mereka semua memiliki pengetahuan dalam upaya pencegahan dini apabila ada kebakaran," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Teluk Pandan, Siti Yuliana mengaku bangga sekolah yang memiliki siswa sebanyak 312 orang yang terbagi menjadi 8 kelas ini terpilih untuk lokasi sosialisasi pencegahan kebakaran. Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman yang sangat berharga. Sosialisasi ini juga akan menjadi bekal berharga bagi para civitas sekolah dalam upaya pencegahan dan penanganan awal musibah kebakaran.
"Kegiatan ini baru pertama kali digelar di sekolah ini. Kami sangat bersyukur karena sosialisasi ini juga selaras dengan metode pembelajaran yang kami lakukan saat ini yakni, Deep Learning, atau belajar yang lebih mengedepankan praktek, " ucapnya.
Diketahui, kegiatan yang akan berlangsung sehari efektif ini dibuka oleh Kepala Satpol PP Kaltim, Munawar. Adapun materi sosialisasi berupa penanganan kebakaran yang diakibatkan oleh korsleting listrik serta kompor yang diberikan oleh para petugas Damkar dari Kutim dan Bontang.