SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur Tahun 2026 yang akan bergulir November mendatang di Paser.Kamis (30/4/2026).
Terbaru, melalui instansi teknisnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) baru saja menggelar rapat lanjutan persiapan yang dipimpin langsung Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang juga didaulat menjadi Ketua Kontingen yang akan berlaga salam ajang olahraga empat tahunan tersebut.
Rapat yang berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim tersebut, sejumlah poin strategis menjadi pembahasan, mulai dari pemantapan susunan tim kontingen hingga kesiapan teknis dan non-teknis menghadapi ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Wabup Mahyunadi menegaskan bahwa penyusunan tim dilakukan secara menyeluruh tanpa ada yang tertinggal. Ia menekankan pentingnya kekompakan seluruh tim demi mencapai target prestasi.
“Kita harus kompak dan solid, tidak ada lagi kepentingan pribadi. Tim ini harus menjadi barometer ke depan,” tegasnya.
Dirinya optimistis Kutai Timur mampu meraih hasil maksimal sesuai target yang ditetapkan Bupati, yakni menembus posisi tiga besar pada Porprov VIII Kaltim di Paser.
Orang nomor dua di Kutim ini juga menyampaikan bahwa koordinasi dengan seluruh cabang olahraga (cabor) akan dilakukan secara intensif melalui rapat maraton guna memastikan kesiapan atlet dan ofisial.
“Pada Porprov sebelumnya di Berau, Kutim berada di peringkat keempat dengan selisih tipis medali emas dari Balikpapan. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk meningkatkan prestasi,” ujarnya.
Dari sisi dukungan, pemerintah daerah juga sudah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp26,5 miliar guna menunjang keikutsertaan kontingen Kutai Timur, dengan penekanan pada pengelolaan yang efektif dan efisien.
Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan bonus bagi atlet yang mampu berprestasi. Tak main-main, Nilainya direncanakan akan setara dengan nilai yang diraih pada Porprov sebelumnya di Berau, yakni Rp50 juta untuk peraih medali emas, serta disesuaikan untuk peraih medali lainnya. Namun skema ini akan dibahas lebih lanjut pada rapat berikutnya.
Kepala Dispora Kutai Timur, Basuki Isnawan, menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam tim kontingen.
“Nama-nama yang sudah masuk dalam tim diharapkan bisa bekerja sama dengan baik. Kita sudah membentuk bidang-bidang, dan harapannya setiap bidang dapat berdiskusi aktif serta menyampaikan usulan untuk dibahas pada rapat selanjutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kutai Timur, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa pembagian tugas dalam tim telah dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi Porprov.
“Tugas kita cukup berat. Atlet-atlet yang sudah lolos babak kualifikasi harus dipersiapkan dengan maksimal agar bisa bertanding dengan baik di Paser. Yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa memberikan yang terbaik, meraih kemenangan, dan membanggakan daerah,” tegasnya.
Adapun total kontingen Kutai Timur yang akan berlaga diperkirakan mencapai 1.612 orang, terdiri dari atlet, manajer tim, pelatih, ofisial teknis, panitia, ofisial tim, serta suporter.
Diketahui, rapat ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Lanjutan Persiapan Porprov VIII Kaltim di Kabupaten Paser dengan Nomor: 400.4/108/DPOP/IV/2026 tertanggal 2 April 2026. Dalam rakor tersebut, seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur telah menyepakati bahwa Porprov VIII akan digelar pada November 2026 di Kabupaten Paser.
Rapat ini juga merujuk pada hasil penyusunan tim kontingen Kutai Timur yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 21 April 2026 di Kantor Dispora Kutim.
Penulis : Wiryadi
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.