Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Tutup Lokakarya Formika, Idham Cholid Tekankan Rencana Aksi Harus Berbasis Data

Asisten Administrasi Umum Idham Cholid (istimewa)
Asisten Administrasi Umum Idham Cholid (istimewa)



SAMARINDA– Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Timur (Setkab Kutim), Idham Cholid, menekankan pentingnya penyusunan rencana aksi yang berbasis data valid dan terukur. Hal tersebut disampaikannya saat menutup Lokakarya Forum Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan (Formika) di Samarinda, Kamis (24/9/2026).

Lokakarya Formika tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (23-24/9/2026), dengan melibatkan berbagai elemen organisasi, perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dan menyusun langkah bersama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kutai Timur.

Idham mengatakan, keterlibatan berbagai unsur dalam lokakarya menjadi modal penting dalam menyusun rencana aksi. Peserta yang hadir dinilai memiliki data dan informasi sesuai bidang serta kapasitas lembaga masing-masing.

Menurutnya, data tersebut harus menjadi dasar dalam menentukan langkah dan program yang akan dijalankan. Dengan perencanaan yang memiliki ukuran dan indikator yang jelas, pelaksanaannya juga akan lebih mudah dilakukan dan dievaluasi.

“Rencana yang paling baik itu adalah rencana yang terukur dengan memperhatikan faktor-faktor data yang tentunya sudah disiapkan dengan baik,” ujarnya.

Idham menyebut, rencana aksi yang dihasilkan melalui lokakarya tersebut juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan 50 program prioritas Bupati Kutai Timur, yang mencakup Kutim Hebat, Kota Hebat dan Desa Hebat.

Karena itu, seluruh stakeholder diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas dan kewenangan masing-masing lembaga. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program yang direncanakan tidak hanya menjadi dokumen, tetapi dapat diterapkan secara nyata.

Dalam kesempatan itu, Idham juga menyinggung keberadaan Formika sebagai wadah yang mempertemukan berbagai elemen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, legalitas lembaga yang kemudian diperkuat melalui kerja sama lintas sektor dapat menjadi fondasi untuk memperkuat peran Formika ke depan.

“Dengan adanya legalitas lembaga, kemudian diperkuat dengan kerja sama yang baik lintas sektor, maka diharapkan kolaborasi itulah yang membuat organisasi atau elemen-elemen itu menjadi lebih kuat lagi,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan berkelanjutan tidak hanya berbicara mengenai pemenuhan kebutuhan masyarakat saat ini. Kepentingan generasi mendatang juga harus menjadi pertimbangan dalam setiap kebijakan dan program pembangunan.

Menurutnya, terdapat dua hal penting yang perlu diseimbangkan. Pertama, bagaimana kebutuhan masyarakat saat ini, baik ekonomi, sosial maupun lingkungan, dapat diakomodasi. Kedua, bagaimana pembangunan yang dilakukan hari ini tidak mengurangi kesempatan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.

“Dua elemen penting itu yang harus dielaborasi dengan baik. Karena kalau orang itu saking semangatnya, maka nanti anak-anak kita itu tidak kebagian. Alam kita rusak, ekonomi tidak tertata dengan baik,” pungkasnya.(Tejho)

Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.


#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.