
UKW PWI Kutim Luluskan 32 Wartawan: Penguji Tekankan KEJ, Diskominfo Staper Perkuat Dukungan
SANGATTA — Sebanyak 32 wartawan dari jenjang Muda, Madya dan Utama resmi dinyatakan lulus dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Suasana penuh haru dan bahagia mengumumkan pengumuman kelulusan yang menandai peningkatan kualitas SDM di daerah.
Ketua PWI Kutim, Wardi, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. Ia mengatakan bahwa kelulusan tersebut menjadi bukti komitmen PWI Kutim dalam membangun jurnalisme yang profesional dan berintegritas.
“Alhamdulillah, 32 peserta dinyatakan kompeten. Ini adalah pencapaian yang sangat memuaskan bagi masyarakat dunia di Kutai Timur,” ucap Wardi.
Atas terselenggaranya UKW itu, Wardi memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur yang telah memberikan dukungan besar dalam penyelenggaraan UKW. Menurutnya, kontribusi Diskominfo Staper Kutim sangat berperan dalam menciptakan ekosistem masyarakat yang sehat, kompeten dan mampu mengikuti perkembangan media dunia.
“Diskominfo Staper Kutim memberikan dukungan yang luar biasa. Tanpa kolaborasi ini, peningkatan kompetensi wartawan tidak akan berjalan seoptimal ini. Pemerintah daerah benar-benar menunjukkan kepeduliannya terhadap profesionalitas masyarakat,” jelas Wardi.
Sementara itu, para peserta yang dinyatakan kompeten mengaku lega dan bangga setelah melewati serangkaian uji penulisan, wawancara, hingga simulasi liputan yang ketat. Bagi mereka, kelulusan ini merupakan langkah penting dalam menekankan kualitas kerja jurnalistik.
Dalam sesi penutup, penguji dari Pikiran Rakyat, Refa Riana, memberikan pesan mendalam kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa UKW bukanlah titik akhir, melainkan awal perjalanan untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
"Kelulusan ini adalah langkah awal. Wartawan harus terus belajar, memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan teknisnya. Yang paling utama adalah memegang teguh Kode Etik Jurnalistik (KEJ), karena itulah fondasi dalam bekerja," tegas Refa Riana.
Refa Riana juga mengingatkan bahwa tantangan dunia media semakin besar, terutama di tengah arus digitalisasi dan cepatnya penyebaran informasi. Pemahaman terhadap KEJ menjadi kunci untuk menjaga kualitas, akurasi, dan kredibilitas pemberitaan.
Dengan lulusan 32 wartawan ini, serta dukungan penuh dari Diskominfo Staper Kutim, PWI Kutim berharap ekosistem pers di daerah semakin kuat dan profesional, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kutai Timur.