SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman membuka kegiatan Research Camp bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) UPI Kampus Tasikmalaya.
Agenda yang mengusung tema "Cultivating Critical Minds, Strengthening Research And Achieving Academic Excellence" ini diikuti sebanyak 55 peserta dan akan berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2026.Kamis (29/10/2026).
Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan, hadirnya program beasiswa bagi tenaga pendidik khususnya guru jenjang PAUD menjadi bagian komitmen pemeirntah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerah.
Dirinya pun mengaku bersyukur dengan tingginya antusiasme para tenaga pendidik PAUD di daerah yang ingin mengikuti program beasiswa tersebut. Menurutnya dengan tingginya semangat yang di tunjunkkan membuktikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
"Sektor pendidikan akan terus di dorong agar bisa membantu anak-anak kita memiliki pendidikan yang berkualitas," ujar Ardiansyah.
Program kualifikasi sarjana, menurut Bupati Ardiansyah dihadirkan untuk memperkuat pemenuhan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) terutama di bidang pendidikan.
Selain itu, dengan Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab yang mencanangkan program wajib belajar 13 tahun. tidak hanya befokus terhadap peingkatan kualitas guru, saat ini Pemerintah daerah juga terus mendorong penyediaan sarana belajar (gedung PAUD) yang saat ini sudah tersebar di seluruh desa di Kutim.
Meskipun begitu, dirinya mengaku meskipun antusiasme tenaga pendidik sangat tinggi. Namun ada keterbatasan jumlah kuota yang bisa di daftarkan untuk mengikuti program beasiswa bagi tenaga pendidik. Namun dirinya memastikan bahwa program ini akan terus berlanjut dan secara bertahap seluruh tenaga pendidik akan bisamemanfaatkan program beasiswa tersebut.
Berkaitan dengan kegiatan, yang turut di hadiri oleh Kepala Disdikbud Kutai Timur Mulyono, Bunda PAUD, Siti Robiah, Ketua Prodi PGPAUD UPI Kampus Tasikmalaya Gilar Gandana tersebut, dirinya menyebut pembekalan penelitian ini sejatinya dirancang layaknya karantina intensif untuk mematangkan wawasan, pendampingan mentor serta peninjauan lapangan guna menyusun tugas akhir atau skripsi yang berkualitas.
"Manfaatkan waktu yang singkat ini sehingga betul-betul mendapatkan hal terbaik untuk disiapkan dan diberikan kepada anak-anak didik kita," bebernya.
Sementara itu, Perwakilan mahasiswa PGPAUD RPL UPI Kampus Tasikmalaya Kustaniah menyampaikan terima kasih atas perhatian dan beasiswa pemerintah daerah. Menurutnya, Research Camp ini menjadi wadah yang sangat penting untuk memperkuat pemahaman metode penelitian dan meningkatkan kemampuan akademik, membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir secara terarah dan tepat waktu demi kemajuan pendidikan anak usia dini di Kutai Timur.
"Semoga melalui agenda ini, merupakan sebuah langkah awal dalam mengawal pendidikan Kutim yang lebih baik lagi," pungkasnya.(Irhan)
Agenda yang mengusung tema "Cultivating Critical Minds, Strengthening Research And Achieving Academic Excellence" ini diikuti sebanyak 55 peserta dan akan berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2026.Kamis (29/10/2026).
Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan, hadirnya program beasiswa bagi tenaga pendidik khususnya guru jenjang PAUD menjadi bagian komitmen pemeirntah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerah.
Dirinya pun mengaku bersyukur dengan tingginya antusiasme para tenaga pendidik PAUD di daerah yang ingin mengikuti program beasiswa tersebut. Menurutnya dengan tingginya semangat yang di tunjunkkan membuktikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
"Sektor pendidikan akan terus di dorong agar bisa membantu anak-anak kita memiliki pendidikan yang berkualitas," ujar Ardiansyah.
Program kualifikasi sarjana, menurut Bupati Ardiansyah dihadirkan untuk memperkuat pemenuhan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) terutama di bidang pendidikan.
Selain itu, dengan Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab yang mencanangkan program wajib belajar 13 tahun. tidak hanya befokus terhadap peingkatan kualitas guru, saat ini Pemerintah daerah juga terus mendorong penyediaan sarana belajar (gedung PAUD) yang saat ini sudah tersebar di seluruh desa di Kutim.
Meskipun begitu, dirinya mengaku meskipun antusiasme tenaga pendidik sangat tinggi. Namun ada keterbatasan jumlah kuota yang bisa di daftarkan untuk mengikuti program beasiswa bagi tenaga pendidik. Namun dirinya memastikan bahwa program ini akan terus berlanjut dan secara bertahap seluruh tenaga pendidik akan bisamemanfaatkan program beasiswa tersebut.
Berkaitan dengan kegiatan, yang turut di hadiri oleh Kepala Disdikbud Kutai Timur Mulyono, Bunda PAUD, Siti Robiah, Ketua Prodi PGPAUD UPI Kampus Tasikmalaya Gilar Gandana tersebut, dirinya menyebut pembekalan penelitian ini sejatinya dirancang layaknya karantina intensif untuk mematangkan wawasan, pendampingan mentor serta peninjauan lapangan guna menyusun tugas akhir atau skripsi yang berkualitas.
"Manfaatkan waktu yang singkat ini sehingga betul-betul mendapatkan hal terbaik untuk disiapkan dan diberikan kepada anak-anak didik kita," bebernya.
Sementara itu, Perwakilan mahasiswa PGPAUD RPL UPI Kampus Tasikmalaya Kustaniah menyampaikan terima kasih atas perhatian dan beasiswa pemerintah daerah. Menurutnya, Research Camp ini menjadi wadah yang sangat penting untuk memperkuat pemahaman metode penelitian dan meningkatkan kemampuan akademik, membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir secara terarah dan tepat waktu demi kemajuan pendidikan anak usia dini di Kutai Timur.
"Semoga melalui agenda ini, merupakan sebuah langkah awal dalam mengawal pendidikan Kutim yang lebih baik lagi," pungkasnya.(Irhan)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.