SANGATTA – Target juara umum menjadi motivasi Badan Pembina Olahraga (Bapor) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mematangkan kesiapan kontingen menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korpri IV Tahun 2026. Intensitas latihan ditingkatkan dalam dua pekan terakhir, sementara pengalaman bertanding dan pemantapan teknik menjadi modal untuk menghadapi persaingan antardaerah.
Ketua Harian Bapor Korpri Kutim, Syahfur, meninjau langsung latihan atlet sekaligus memeriksa kesiapan fasilitas olahraga di kawasan Pusat Perkantoran Bukit Pelangi, Senin (26/10/2026) sore. Dalam kunjungan sekitar pukul 17.00 WITA tersebut, ia didampingi Sekretaris Bapor Korpri Kutim, Jurniadi.
Sejumlah venue yang ditinjau meliputi lapangan gateball, tenis lapangan, dan arena senam. Syahfur juga menyaksikan latihan atlet gateball di halaman Gedung Serba Guna (GSG) serta atlet tenis lapangan yang berlatih di arena sebelah gedung tersebut.
Di sela peninjauan, Syahfur mengatakan para atlet yang terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah menjalani latihan rutin sebelum persiapan menghadapi kompetisi semakin diintensifkan dalam dua pekan terakhir.
“Para atlet sebenarnya sudah rutin berlatih sebelum agenda Bapor Korpri ini dimulai. Namun, dalam dua minggu terakhir, intensitas latihan kami tingkatkan lagi. Target kami jelas, Kutim harus menjadi juara umum,” ujar Syahfur saat memberikan motivasi kepada para atlet.
Target tersebut menjadi dorongan bagi Bapor Korpri untuk memastikan kesiapan kontingen tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga fisik dan mental. Pemantauan latihan serta pemeriksaan fasilitas dilakukan untuk mendukung persiapan atlet menjelang pertandingan.
Meski optimistis, persaingan antardaerah tetap menjadi perhatian. Setiap cabang olahraga memiliki tantangan tersendiri sehingga atlet dituntut menjaga konsistensi latihan, mematangkan strategi, dan meningkatkan ketepatan dalam mengambil keputusan saat bertanding.
Hal itu turut menjadi perhatian Rahmad, salah satu atlet gateball Kutim. Ia menyebut pengalaman mengikuti ekshibisi di Kabupaten Paser pada 2024 menjadi salah satu modal bagi timnya dalam menghadapi kompetisi mendatang.
Dalam ajang tersebut, kontingen gateball Kutim berhasil meraih satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Hasil itu menjadi motivasi untuk kembali meraih prestasi sekaligus bahan evaluasi dalam meningkatkan kemampuan tim.
Namun, Rahmad mengingatkan bahwa capaian sebelumnya tidak boleh membuat tim lengah. Menurutnya, akurasi pukulan, strategi permainan, serta kemampuan membaca pola permainan lawan menjadi aspek penting yang harus terus diasah.
“Kami harus mengantisipasi trik dan akurasi permainan dari daerah lain. Salah satu kompetitor terberat yang perlu diwaspadai adalah tim gateball dari Kota Samarinda,” ungkap Rahmad.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa persaingan dalam Porprov Korpri tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik, tetapi juga kematangan teknik dan strategi. Karena itu, peningkatan intensitas latihan diharapkan dapat membantu atlet menghadapi tekanan pertandingan dan menjaga performa ketika berhadapan dengan kontingen daerah lain.
Bagi Bapor Korpri Kutim, target juara umum menjadi ambisi yang harus diiringi persiapan terukur di seluruh cabang olahraga yang diikuti. Setiap atlet diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga nama baik daerah.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Kutim berupaya memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah Porprov Korpri IV Tahun 2026 untuk tampil kompetitif. Hasil akhir memang ditentukan di arena pertandingan, tetapi kesiapan atlet, disiplin latihan, dan kekompakan kontingen menjadi modal penting untuk mengejar target juara umum.(Daus)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.