SANGATTA – Menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya melalui ruang kelas, tetapi juga dengan membangun kesadaran kependudukan sejak dini. Komitmen itu diwujudkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur melalui Orientasi Implementasi Rencana Pembelajaran Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) bagi guru SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan yang digelar selama dua hari, Kamis–Jumat (6–7/8/2026), di Hotel Royal Victoria Sangatta.
Kegiatan itu dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kutim, perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutim, perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim, Sekretaris DPPKB Jumran, Kabid Dalduk DPPKB Tristiningsih, Kabid P2 Yunita Ronting, para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), serta sejumlah undangan lainnya. Peserta kegiatan berjumlah 110 orang, terdiri atas 60 kepala sekolah dan guru pengelola SSK, 3 narasumber, 8 PLKB, 24 undangan, serta 15 panitia.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah T, yang mewakili Bupati Kutai Timur. Dalam sambutannya, Yuriansyah menekankan keberhasilan implementasi SSK merupakan tanggung jawab dan komitmen bersama.
“Oleh karena itu, diperlukan sinergi kolaborasi yang erat dari seluruh kemampuan pentingan, sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing,” ujar pria kelahiran 1971.
Yuriansyah menyampaikan apresiasi dan harapannya agar orientasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai konsep dan implementasi SSK, tetapi juga membawa semangat baru untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
“Menjadikan sekolah sebagai tempat yang tidak hanya mencerdaskan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian, dan kemampuan mereka dalam merencanakan masa depan,” tegas Yuri Staf Ahli Bupati Kutai Timur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.
Ia juga mengingatkan keberhasilan SSK tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang terbentuk, melainkan sejauh mana nilai-nilai kependudukan benar-benar tumbuh dan menjadi budaya dalam kehidupan sekolah. Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Kutim akan terus berkembang secara berkelanjutan dan mampu melahirkan generasi yang berkualitas, berkarakter, serta berwawasan kependudukan.
Hadir pula sejumlah narasumber dari perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) RI Perwakilan Kalimantan Timur, yaitu Yulianto yang menyampaikan materi implementasi pendidikan kependudukan pada SSK, dan Karisya Humaira yang membawakan materi kebijakan serta strategi kerja sama pendidikan kependudukan. Serta Ismail Ali Sakty dari SD Kemala Bhayangkari Balikapapan.
Sebagai informasi, hingga tahun 2026, Program Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Kutai Timur telah mencapai 88 sekolah. Sebanyak 56 sekolah telah dibentuk secara bertahap pada periode tahun 2023–2025 yang tersebar di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, terdiri atas 36 Sekolah Dasar (SD) sederajat dan 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat. Selanjutnya, pada tahun 2026 dilakukan perluasan program melalui pembentukan 32 Sekolah Siaga Kependudukan di Kecamatan Bengalon, yang terdiri atas 24 SD sederajat dan 8 SMP sederajat.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 11 desa persiapan dan 2 kelurahan.