SANGATTA – Pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kutai Timur berjalan lancar dan khidmat. Pengibaran hingga penurunan bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) juga berlangsung sukses tanpa kendala berarti.
Kepala Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, mengatakan keberhasilan pelaksanaan tersebut patut disyukuri, terutama karena Paskibraka tahun ini menjalani masa pendidikan dan pelatihan dengan durasi lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, pelaksanaannya berjalan sukses,” ujar Tejo mengawali tanggapanya.
Ia menjelaskan, jika pada tahun-tahun sebelumnya masa pelatihan Paskibraka berlangsung sekitar tiga minggu, tahun ini hanya dilaksanakan selama dua minggu. Kondisi tersebut membuat materi pelatihan harus disesuaikan. Materi yang dinilai kurang mendukung proses pelaksanaan tugas dikurangi, sementara materi yang bersifat penting tetap dipertahankan dengan porsi yang sama.
“Dan Alhamdulillah mereka (Paskibraka) tetap mendapat pelatihan yang lengkap dan para pelatih memberikan atensi yang juga luar biasa kepada anak-anak ini dan hari ini terbayar dengan lancar ,” jelasnya.
Tejo menilai, keberhasilan Paskibraka menjalankan tugas juga tidak terlepas dari proses seleksi yang dilakukan secara objektif. Seleksi dilakukan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan, mulai dari tes wawasan kebangsaan secara daring hingga seleksi lapangan yang meliputi kebugaran, kesehatan dan kesiapan fisik.

“Yang penting pada proses seleksi. Kita memilih dengan cara yang objektif dan berdasarkan nilai. Kalau Paskibraka dipilih karena titipan, itu akan menjadi masalah. Alhamdulillah, seleksi dilakukan sesuai aturan,” katanya.
Dalam proses seleksi tersebut, seluruh peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kutim yang berjumlah ratusan orang ini mengikuti tahapan awal. Namun, tidak seluruhnya dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya. Dua peserta bahkan memilih mengundurkan diri karena kondisi Kesehatan.
“Latihan Paskibraka tidak seperti latihan biasa, apalagi yang bersifat fisik. Kalau kondisi kesehatan tidak memungkinkan, lebih baik mengundurkan diri daripada memaksakan,” tuturnya.
Setelah menyelesaikan tugas pengibaran dan penurunan bendera, pembinaan terhadap anggota Paskibraka juga tidak berhenti. Mereka akan tetap mendapatkan pembinaan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila, termasuk diarahkan menjadi Duta Pancasila serta bergabung dalam organisasi Purna Paskibraka Indonesia (PPI).
“Masih ada tugas lain ke depan. Mereka akan tetap kita berikan latihan wawasan kebangsaan dan Pancasila. Mereka juga akan diarahkan menjadi Duta Pancasila,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari apresiasi atas kesuksesan menjalankan tugas kenegaraan ini, pihaknya juga menyiapkan reward (hadiah) kepada seluruh Paskibraka termasuk pelatih diantaranya berupa liburan bersama.
“Rencananya akan kita bawa ke Biduk-biduk (Berau),”pungkasnya(Tejho)
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan