
G7KAIH Jadi Strategi Pemkab Kutim Wujudkan Generasi Sehat dan Bebas Stunting
SANGATTA- Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH). Program ini bertujuan untuk membentuk karakter dan fisik prima anak, mencakup: bangun pagi, beribadah, olahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Program ini berperan krusial membantu mengatasi stunting dengan menekankan makan bergizi dan pola hidup sehat, guna mencapai Generasi Emas 2045. Salah satu sektor yang dipandang penting untuk mendukung program tersebut yakni dengan memberikan penguatan kepada para tenaga pendidik atau guru yang menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi dan pembiasaan positif sejak usia dini.
Mengingat pentingnya peran guru dalam membantu mensukseskan program tersebut, melalui instansi teknisnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Kutim menghadirkan program advokasi dan sosialisai penguatan pendidikan karakter G7KAIH dalam mendukung percepatan penurunan stunting yang berlangung di hotel, Royal Victoria Sangatta,Rabu, (04/02/2026).
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono mengatakan, Program 7 Kebiasaan Anak Hebat memiliki korelasi yang erat dengan percepatan penurunan stunting karena menekankan pembentukan perilaku sehat sejak usia dini, baik dari aspek gizi, kesehatan, kebersihan, maupun stimulasi tumbuh kembang anak. Kebiasaan-kebiasaan ini secara langsung menyasar faktor penyebab stunting, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung.
“Mungkin dari 7 kebiasaan ini hanya ada dua yang di lakukan di sekolah, sisanya banyak di lakukan di rumah. Yakni gemar belajar dan bermasyarakat, namun demikian hal ini juga tidak boleh serta merta kita abaikan,”ujarnya dihadapan Bunda PAUD Kutim, Ny Siti Robiah Ardiansyah serta undangan lainya.
Untuk itu, dirinya juga menekankan, seluruh tenaga pendidik (guru) juga memiliki tanggung jawab untuk bisa memberikan pemahaman kepada peserta didik untuk bisa menerapkan 7 kebiasan anak hebat dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dengan demikian, penerapan 7 Kebiasaan Anak Hebat merupakan pendekatan strategis berbasis perubahan perilaku yang saling berkaitan dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
“Ketika kebiasaan ini ditanamkan secara konsisten di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, maka upaya membangun generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting dapat terwujud secara berkelanjutan terutama di Kabupaten Kutai Timur,”pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, heri Purwanto mengatakan, kegiatan yang di ikuti sebanyak 130 peserta dari perwakilan sekolah (PAUD & TK) se Kabupaten Kutim ini akan berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan narasumber dari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen serta BPMP Kalimantan Timur.
“Tujuannya mengedukasi pendidik mengenai kaitan erat antara 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dengan pencegahan stunting pada anak. Melakukan advokasi strategi perubahan perilaku, untuk implementasi 7 Kebiasaan yang berpengaruh pada hormon pertumbuhan anak. Serta membangun komitmen bersama antar pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan pendukung kesehatan fisik dan mental anak,”ungkap Heri.
Penulis : Tejho
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.