SANGATTA – Pengembangan sektor ekonomi kreatif menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat ekosistem industri kreatif daerah,
Kehadiran Gedung Dekranasda Kutim menjadi salah satu instrument penting yang bisa dimanfaatkan sebagai pusat pengembangan dan promosi berbagai produk kerajinan lokal yang dihasilkan oleh tangan-tangan kreatif dari berbagai wilayah di Kutim.
Kepala disperindag Kutim, Nora Ramadhani mengatakan, kehadiran Gedung berada di Jalan Prof Dr SudiatmoKawasan pemerintahan Bukit Pelangi, Sanggat ini, diharapkan menjadi wadah strategis bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya para pengrajin, untuk mengembangkan karya, meningkatkan kualitas produk, sekaligus memperluas akses pemasaran.
Tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, Gedung Dekranasda juga diproyeksikan menjadi pusat pembinaan, pelatihan, dan kolaborasi antara pemerintah, pengrajin, serta berbagai pihak terkait.
“Pembanguna Gedung sudah selesai, termasuk kelengkapan seperti air dan listrik juga sudah terpasang, “ucap Nora.
Melalui fasilitas tersebut, Nora menyebut, menjadi wujud komitmen Pemerintah Daerah bersama Dekranasda dalam upaya memperkuat potensi kerajinan daerah agar mampu berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mencerminkan identitas budaya Kutai Timur.
Dengan tersedianya Gedung Dekranasda, berbagai produk kerajinan lokal seperti tenun ATBM, batik daerah, serta karya industri kreatif lainnya diharapkan memiliki ruang yang lebih representatif untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas maupun pasar yang lebih besar.
“Insya Allah tahun depan Gedung ini sudah bisa di manfaatkan dan nantinya bangunan ini tidak hanya menjadi tempat untuk memamerkan hasil karya, tetapi juga menjadi ruang pembinaan, pelatihan, serta kolaborasi bagi para pengrajin agar produk-produk lokal semakin berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kutim Siti Robiah Ardiansyah menyambut fasilitas yang di bagun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) tersebut dinilai bukan sekadar menjadi kantor operasional, tetapi juga menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan industri kerajinan dan ekonomi kreatif.
Dengan tersedianya ruang pelatihan, pembinaan, serta area pamer produk yang representatif, para pengrajin diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas, inovasi, dan nilai tambah hasil karya mereka.
Optimisme pun tumbuh bahwa produk-produk kerajinan khas Kutai Timur akan semakin dikenal luas, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu menembus pasar yang lebih besar, baik di tingkat regional maupun nasional.
Ke depan, gedung tersebut diharapkan menjadi pusat lahirnya berbagai karya unggulan yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM dan pengrajin lokal.
“Insya Allah nanti kalau daya dukungnya sudah lengkap, barang-barang kami akan langsung susun disana. Semoga tahun depan sudah bisa di manfaatkan,” ucap istri orang nomor satu di Kutim ini
Penulis : Tejho
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 11 desa persiapan dan 2 kelurahan.