Sun 31/08/2025
  Admin Berita Berita

GPM Nasional, Pemkab Kutim Salurkan 4 Ton Beras, 1 Ton Gula Pasir dan Minyak Goreng





SANGATTA- Sebanyak 4 ton beras 1 ton gula pasir dan minyak goreng serta beberapa kebutuhan pokok lainya di siapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang di laksanakan serentak secara nasional di Polder Ilham Maulana, Sangatta Utara, Sabtu (30/08/2025) pagi.

Kegiatan yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat ini juga di laskanakan di 7.285 Kecamatan seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan serta memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 80.


bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Disperindag Kutim berkolaborasi dengan Polres, Kodim 0909, dan Lanal Sangatta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Polder Sangatta, Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari GPM serentak yang diinisiasi pemerintah pusat di 7.285 kecamatan se-Indonesia dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Noviari Noor yang hadir mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman menyebut, di Kutim sendiri, pelaksanaann GPM berlangsung di dua lokasi yakni Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Dalam prosesnya turut melibatkan seluruh instanti terkait yakni Polres Kutim, Kodim 0909/SGT, Lanal Sangatta serta Perangkat Daerah teknis yakni Dinas Ketahanan Pangan, DTPHP, serta Disperindag termasuk Disperindag Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Stok yang disalurkan antara lain 4 ton beras, serta masing-masing 1 ton gula pasir dan minyak goreng. Serta beberapa bahan pokok lainya yang bisa di dapatkan oleh masyarakat dengan harga yang cukup terjangkau yakni Rp 102 ribu meliputi , beras SPHP kemasan 5 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak goreng 1 liter,” terang Noviari Noor.

Selain itu, saat ini kondisi inflasi di Kutim masih cukup stabil. Hal itu terlihat dari tingkat daya beli masyarakat yang masih terjaga termasuk ketersediaan bahan. Terutama Bapokting (bahan pokok penting) yang relatif terkendali serta belum adanya indikasi adanya lonjakan permintaan barang. 


“Ini bagian dari upaya yang di lakukan pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pokok di Kutim. Seperti yang disampaikan Menteri, stok pangan pusat melimpah dengan ketersediaan 1,3 juta ton hingga akhir tahun. Namun, untuk antisipasi kami bersama Polres Kutim juga telah mengajukan tambahan permintaan sebanyak 7 ton beras dari Bulog Kaltim untuk disalurkan di Kutim,” pungkasnya.


Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan sebagai wujud nyata makna kemerdekaan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian besar terhadap sektor pangan.

.........

“GPM merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Tito.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa program ini akan berlangsung hingga Desember 2025. Sebagai daya dukungnya, pemerintah telah menyiapkan sebanyak 1,3 ton beras yang akan di distribusikan ke seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kutim.

Hadir dalam kegiatan Kapolres Kutim AKBP Fauzan, perwakilan Kodim 0909 Kapten Inf Arif Safardiatno, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Fajar Yuswantoro, Sekretaris Disperindag Kutim Levi, Camat Sangatta Utara Hasdiah serta perwakilan dari instasnsi terkait.     



Penulis : Wiryadi

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 14 desa persiapan dan 2 kelurahan.