SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan penghargaan kepada masyarakat, pelaku usaha, perusahaan, dan sejumlah pihak yang berkontribusi dalam pembangunan daerah. Pemberian apresiasi tersebut menjadi bagian dari malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim yang berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (25/10/2026).
Penghargaan diberikan kepada sejumlah pihak dari berbagai bidang, mulai dari kontribusi terhadap penerimaan daerah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dukungan terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, peningkatan pelayanan publik, hingga keterlibatan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang telah mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan Kutim merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparatur sipil negara (ASN), dunia usaha, perusahaan, perbankan, dan masyarakat.
“Teruslah bekerja dan layani masyarakat dengan baik, karena kepuasan tertinggi dalam hidup kita adalah ketika orang merasa puas terhadap apa yang telah kita kerjakan,” ujar Ardiansyah.
Ia menegaskan, pembangunan daerah harus berorientasi pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, sinergi berbagai pihak perlu terus diperkuat agar setiap program dan investasi yang berjalan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Ardiansyah juga menyoroti pentingnya mengawal investasi berskala besar yang masuk ke Kutim, termasuk pengembangan kawasan industri BCIP dan Kawasan Ekonomi Maloy. Investasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi tenaga lokal dan memperluas peluang usaha masyarakat.
“Investasi harus memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur,” tegasnya.
Dalam rangkaian penghargaan tersebut, apresiasi kepada pelaku usaha dan wajib pajak menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi terhadap penerimaan daerah. Sementara penghargaan kepada pelaku UMKM penerima sertifikat halal diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas produk dan daya saing usaha lokal.
Pemkab Kutim juga memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, perangkat daerah atas kinerja administrasi dan pelayanan publik, termasuk optimalisasi aplikasi SRIKANDI, serta pihak yang berkontribusi dalam penanganan karhutla.
Ketua Panitia HUT ke-27 Kutim, Trisno, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian peringatan tahun ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat. Ia berharap seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memperkuat kebersamaan dan mendorong partisipasi dalam pembangunan daerah.
Selain penyerahan penghargaan, peringatan HUT ke-27 Kutim juga diisi berbagai kegiatan ekonomi, sosial, serta seni dan budaya. Salah satunya Kutim Expo 2026 yang diikuti 231 peserta dan mencatat total transaksi mencapai Rp4,25 miliar.
Melalui momentum HUT ke-27 bertema “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama”, Ardiansyah berharap kontribusi seluruh elemen terus berlanjut sehingga pembangunan tidak hanya terlihat dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan investasi, tetapi juga dari peningkatan kualitas pelayanan serta kesejahteraan masyarakat Kutim.(Maulana)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.