SANGATTA – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menunjukkan capaian daerah di bidang budaya, prestasi, dan partisipasi masyarakat. Berbagai agenda yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat tersebut menjadi bagian dari perayaan HUT yang mengusung tema “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama”.
Ketua Panitia HUT ke-27 Kutim, Trisno, yang juga Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini tidak hanya diisi seremoni, tetapi juga berbagai agenda yang melibatkan masyarakat dan mengangkat potensi daerah.
Dalam laporannya pada malam puncak HUT ke-27 Kutim di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (25/10/2026), Trisno menyampaikan sejumlah capaian yang mewarnai pelaksanaan peringatan tahun ini, mulai dari kegiatan kebudayaan hingga prestasi yang diraih perwakilan Kutim di tingkat nasional.
Salah satu agenda penting adalah pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua Kutai Timur pada 9–13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya dilaksanakan sejak Kabupaten Kutai Timur berdiri. Selain menjaga warisan leluhur, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya masyarakat daerah.
Prestasi di bidang kebudayaan juga ditorehkan perwakilan Kutim dalam ajang Duta Budaya Indonesia 2026 di Surakarta. Perwakilan Kutim berhasil meraih juara pertama kategori putri dan juara kedua kategori putra. Capaian tersebut memperlihatkan potensi generasi muda dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke tingkat nasional.
Trisno turut melaporkan bahwa festival lomba daerah masuk dalam 125 agenda Karisma Event Nusantara. Selain itu, sejumlah karya musik daerah memperoleh pengakuan kekayaan intelektual, menjadi salah satu upaya untuk menjaga sekaligus memperkuat keberadaan karya seni lokal.
Di bidang pemerintahan dan pemberdayaan ekonomi, sejumlah penghargaan juga menjadi catatan dalam rangkaian peringatan HUT ke-27. Di antaranya Jamsostek Award 2026 bagi Pemerintah Kabupaten Kutim serta tanda kehormatan Jasa Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang diterima Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Rangkaian kegiatan juga mencakup deklarasi antinarkoba berbahasa Kutai yang diikuti sekitar 61.000 peserta dan mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pelibatan masyarakat dalam menyampaikan pesan sosial melalui pendekatan bahasa dan budaya lokal.
Dalam pelaksanaannya, panitia melakukan penyesuaian terhadap sejumlah agenda dengan mempertimbangkan kondisi kabut asap serta keselamatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Penyesuaian tersebut dilakukan agar rangkaian kegiatan tetap dapat berjalan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan keamanan peserta.
Malam puncak peringatan HUT ke-27 Kutim juga diisi penyerahan penghargaan kepada masyarakat, pelaku usaha, perusahaan, serta pihak-pihak yang berkontribusi dalam pembangunan daerah, pelayanan publik, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan HUT ke-27 Kutim diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga memperkuat kebanggaan terhadap daerah, mendorong pelestarian budaya, serta memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kutai Timur.(Maulana)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.