SANGATTA – Memasuki usia ke-27, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadikan peringatan hari ulang tahun daerah bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk melihat kembali perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat arah pembangunan ke depan.
Hal itu disampaikan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dalam pidatonya pada Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan ke-I DPRD Kutim Tahun Sidang 2026/2027 dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur, Kamis (8/10/2026).
Bupati Ardiansyah mengatakan, sejak resmi berdiri pada 12 Oktober 1999 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai, Kutai Timur telah mengalami perubahan di berbagai sektor. Daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan infrastruktur dan pelayanan dasar kini terus berkembang melalui pembangunan yang melibatkan berbagai elemen.
Menurutnya, capaian tersebut bukan hasil kerja satu pihak. Pemerintah, DPRD, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan hingga seluruh masyarakat memiliki peran dalam perjalanan pembangunan Kutai Timur.
Memasuki fase pembangunan 2025-2029, Pemkab Kutim membawa visi “Terwujudnya Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing”. Visi tersebut kemudian diterjemahkan melalui 50 program unggulan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan.
Salah satu perhatian utama pemerintah adalah mendorong transformasi ekonomi. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kutai Timur dinilai harus mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat, tidak berhenti pada aktivitas eksploitasi.
Karena itu, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, pariwisata, industri pengolahan serta ekonomi kreatif terus didorong menjadi bagian dari kekuatan ekonomi daerah.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur tetap menjadi fondasi penting. Pemerintah menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan jalan dan jembatan, peningkatan pelayanan dasar, akses air bersih, listrik, telekomunikasi serta fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Bupati Ardiansyah menyebut, pembangunan juga harus memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Hal itu tercermin dari sejumlah indikator makro yang menjadi sasaran pemerintah, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, PDRB per kapita, pemerataan pembangunan, penurunan kemiskinan hingga pengurangan pengangguran.
IPM Kutim pada 2025 tercatat 76,48 dan ditargetkan meningkat menjadi 77,00-77,30 pada 2027. Sementara pertumbuhan ekonomi yang pada 2025 berada di angka 1,05 persen ditargetkan meningkat menjadi 5-6 persen pada 2027.
Untuk kemiskinan, pemerintah menargetkan penurunan dari 8,07 persen pada 2025 menjadi 7-7,50 persen pada 2027. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka yang berada di angka 6,20 persen pada 2025 ditargetkan turun menjadi 5,50-6 persen pada 2027 (Tejho)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.