Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Jurnalistik hingga AI, SMKN 1 Sangatta Utara Bawa Siswa Belajar Langsung di Diskominfo Kutim

Jurnalistik hingga AI, SMKN 1 Sangatta Utara Bawa Siswa Belajar Langsung di Diskominfo Kutim


SANGATTA - Kunjungan siswa SMK Negeri 1 Sangatta Utara ke Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi kesempatan penting bagi siswa untuk memperluas wawasan sekaligus mengenal secara langsung dunia kerja dan industri.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) dan Industri SMK Negeri 1 Sangatta Utara, Sandra Junedi Juanda, menyebut, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih dekat dengan kondisi nyata di lapangan.

Menurut Sandra, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis di lingkungan sekolah, tetapi juga mendapatkan kesempatan melihat lebih dekat setiap proses dan produksi kerja di bidang komunikasi dan teknologi informasi. Terutama di lingkungan pemerintahan.

Ia menjelaskan, kunjungan ke Diskominfo Staper Kutim difokuskan pada sejumlah bidang yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan industri saat ini. Di antaranya jurnalistik, pembuatan video berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga pengenalan peralatan dan proses kerja live streaming.

Pembelajaran langsung tersebut dinilai sangat penting karena dapat membantu siswa memahami penerapan ilmu yang selama ini mereka pelajari di sekolah. Interaksi dengan lingkungan kerja juga diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai kompetensi yang dibutuhkan ketika mereka memasuki dunia industri.

“Semakin dekat anak-anak dengan lapangan industri, semakin besar dampak positif yang mereka dapatkan,” ujar Sandra saat diwawancarai di Ruang Rapat Diskominfo Staper, Selasa (18/08/2026).

Dalam kunjungan tersebut, siswa juga berkesempatan melihat sejumlah fasilitas dan unit kerja Diskominfo Staper Kutim. Mereka diperkenalkan dengan Network Operation Center (NOC), layanan call center, aktivitas jurnalistik, serta proses produksi dan pelaksanaan live streaming.

Sandra menilai antusiasme siswa terlihat sejak awal hingga berakhirnya kegiatan. Menurutnya, kesempatan untuk melihat dan mencoba secara langsung berbagai peralatan kerja memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa yang selama ini lebih banyak belajar dengan fasilitas terbatas di sekolah.

Bahkan, kata dia, sejumlah siswa mengaku pengalaman yang mereka dapatkan di Diskominfo Staper Kutim berada di luar ekspektasi mereka. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kunjungan industri mampu memberikan kesan sekaligus pengetahuan baru bagi peserta didik.

Pihak sekolah pun berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada satu kali kunjungan. Sandra menyebut telah ada pembicaraan mengenai peluang kerja sama lanjutan antara SMK Negeri 1 Sangatta Utara dengan Diskominfo Staper Kutim.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat dikembangkan dalam bentuk yang lebih terstruktur, termasuk kemungkinan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU). Meski demikian, menurut Sandra, kolaborasi untuk mendukung pendidikan dan peningkatan kompetensi siswa tetap dapat terus dilakukan tanpa harus menunggu adanya kerja sama formal.

Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal dari semakin eratnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah, terutama dalam memberikan ruang belajar yang lebih luas bagi generasi muda.

“Semoga ke depannya kolaborasi dan kerja sama ini dapat terus ditingkatkan demi memajukan sumber daya manusia Kutai Timur,” pungkasnya.(Maulana)


#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km²  atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.