SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mencatat capaian positif dalam kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Daerah ini berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, menjadikannya salah satu wilayah dengan realisasi pendapatan terbaik di Kalimantan Timur.
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, target PAD Kutai Timur tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp441,16 miliar. Namun hingga akhir tahun anggaran, realisasi penerimaan berhasil mencapai Rp550,93 miliar atau setara dengan 124,88 persen dari target. Capaian ini menunjukkan kinerja fiskal daerah yang solid sekaligus mencerminkan optimalisasi pengelolaan sumber-sumber pendapatan.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas pemungutan pajak dan retribusi, serta penguatan sistem pengawasan dan digitalisasi layanan pendapatan. Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat turut berkontribusi dalam mendorong peningkatan PAD secara signifikan.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa capaian ini menjadi indikator positif bagi kemandirian fiskal daerah. “Realisasi yang melampaui target ini menunjukkan bahwa potensi daerah dapat digali secara optimal jika dikelola dengan baik dan transparan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan sumber-sumber PAD ke depan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi pajak air permukaan yang dinilai masih sangat besar dan belum tergarap maksimal. “Ke depan, kami akan lebih fokus mengoptimalkan sektor-sektor potensial, termasuk pajak air permukaan, agar kontribusinya terhadap PAD bisa lebih signifikan,” tambahnya.
Selain itu, Pemkab Kutai Timur juga mendorong peningkatan PAD dari sektor lain yang memiliki potensi besar, seperti pajak hiburan, pengembangan ekonomi kreatif, serta sektor pariwisata. Berbagai event daerah, penguatan pelaku UMKM kreatif, hingga promosi destinasi wisata unggulan terus digencarkan guna menarik kunjungan dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu memperluas basis pendapatan daerah sekaligus menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap dihadapkan pada tantangan pemerataan capaian antarwilayah. Oleh karena itu, strategi peningkatan PAD akan difokuskan pada penguatan sektor potensial, perluasan basis pajak, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Dengan capaian ini, Kutai Timur diharapkan mampu mempertahankan tren positif sekaligus memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan (*)
Penulis : Tejho
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.