Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Pelatihan ATBM Angkatan III Digelar, Pemkab Kutim Perkuat Industri Tenun Berbasis Budaya

Kepala Diperindag Kutim Nora Ramadhan bersama Ketua Dekranasda bersama dan beberapa Kepala Perangkat Daerah saat meninjau ATMB
Kepala Diperindag Kutim Nora Ramadhan bersama Ketua Dekranasda bersama dan beberapa Kepala Perangkat Daerah saat meninjau ATMB

SANGATTA- Dekranasda Kabupaten Kutai Timur menggelar pelatihan lanjutan Tenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Bukit Pelangi Sangatta,Rabu (05/08/2026)

 

Kegiatan hasil kolaborasi antara Dekranasda dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kutim ini merupakan lanjutan dari pelatihan yang sudah di mulai sejak Desember tahun lalu. Kegiatan yang akan berlangsung selama 10 hari kedepan ini di ikuti sebanyak 10 peserta yang merupakan para pengrajin yang berasal dari 3 Kecamatan yakni,, Kongbeng, Kaliorang dan Sangatta Utara.

 

Kepala disperindag Kutim, Nora Ramadhan mengatakan,pelatihan ini menjadi bagian untuk terus mengembangkan potensi tenun yang dimiliki oleh masayarakat Kutim. Pelatihan yang mengadirkan narasumber berpengalaman  dari Kediri Jawa Timur ini dipilih agar peserta memperoleh pengetahuan dan teknik menenun yang lebih komprehensif, mulai dari pengoperasian Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), peningkatan kualitas hasil tenun, hingga pengembangan motif yang memiliki nilai jual.

“Kami berharap teman-teman penenun ini juga mampu mandiri secara ekonomi melalui karay yang bisa dihasilkan melalui tenun ini,” ucap Nora.

 

 

Menurutnya, tenun ATBM diharapkan mampu menjadi salah satu identitas sekaligus produk unggulan Kabupaten Kutai Timur. Karena itu, setiap motif yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung cerita dan filosofi yang menggambarkan kekayaan budaya dari daerah asalnya.

 

“Harapan kami, setiap motif tenun mampu menceritakan asal-usul daerahnya. Misalnya dari Kaliorang memiliki cerita tersendiri, demikian pula daerah lainnya. Dengan begitu, tenun Kutai Timur memiliki ciri khas dan nilai budaya yang kuat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung pengembangan industri tenun, termasuk penyediaan sarana dan prasarana penunjang. Melalui dukungan tersebut, pemerintah berharap pengembangan tenun ATBM tidak hanya mampu melestarikan warisan budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif dan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin di Kutim.

 

WhatsApp Image 2026-08-05 at 10.30.26.jpeg 185.01 KB

Erwin pengrajin asal Kabupaten Kediri yang juga didaulat sebagai narasumber pelatihan tenun mengaku kagum dengan perhatian yang diberikan oleh Pemeirntah Daerah kepada para  pengrajin tenun. Menurutnya, komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelatihan secara berkelanjutan merupakan langkah positif untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kerajinan.

 

“Melihat semangat teman-teman pengrajin disini, saya juga ikut tertular, kemain kami sampai disini (Kutim) jam 4 sore. kami pasang alat hingga jam 5 pagi tadi. Dan pagi ini kita sudah berkumpul lagi untuk sama-sama belajar,’ ungkap Erwin  

 

Ia menilai tidak semua daerah memiliki keseriusan dalam mengembangkan tenun tradisional melalui program pelatihan yang terstruktur. Karena itu, ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus belajar dan mengasah keterampilan hingga mampu menghasilkan produk yang memiliki kualitas tinggi serta bernilai jual.

 

“Semoga denga adanya perhatian yang cukup serius dari pemerintah ini, menjadi pemicu semangat teman-teman pengrajin untuk terus berproduksi dan mengembangkan kreativitas tenunnya,”pungkasnya.



Penulis : Tejho

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 11 desa persiapan dan 2 kelurahan.