SANGATTA - Bupati Ardiansyah Sulaiman mendorong sektor swasta terutama perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kutai Timur (Kutim) untuk memberikan perhatian secara penuh dalam hal pemenuhan hak pekerja, khususnya perempuan, Selasa (01/09/2026).
Hal tersebut disampaikannya Bupati Ardiansyah Sulaiman saat menerima audiensi dan pemaparan terkait pembentukan dan penguatan Komite Gender oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim bekerjasama dengan Yayasan Solidaridad.
Bupati Ardiansyah menegaskan, pemerintah daerah terus mendorong perusahaan agar tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Menurutnya, keberadaan perusahaan di daerah diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Salah satu hal yang menjadi perhatian Pemkab Kutim, menurutnya adalah pemenuhan hak untuk memperoleh pendidikan terutama anak-anak pekerja . Bupati Ardiansyah berharap perusahaan dapat mengambil peran dalam memastikan anak-anak pekerja mendapatkan akses pendidikan yang layak, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan keluarga yang lebih sejahtera.
Selain pendidikan anak, Bupati Ardiansyah juga menyoroti hak perempuan untuk memperoleh kesempatan bekerja dan berkembang secara setara. Ia meminta agar tidak ada praktik yang membatasi perempuan hanya karena jenis kelamin, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan dan kreativitas untuk menempati posisi yang lebih tinggi di perusahaan.
“Yang kami kejar dari perusahaan adalah bagaimana hak-hak mereka diperhatikan, termasuk pendidikan anak dan hak perempuan untuk bekerja,” ujar pria berkecamata.
Ia juga membuka ruang bagi pekerja maupun masyarakat untuk menyampaikan apabila menemukan adanya perlakuan yang tidak setara di lingkungan perusahaan. Pemkab Kutim, kata dia, akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait apabila terdapat persoalan yang menyangkut hak dan perlindungan pekerja.
Sementara itu, Plt. Kepala DP3A Kutim Idham Cholid menjelaskan bahwa penguatan kesetaraan gender di sektor perkebunan diarahkan agar terdapat keseimbangan kesempatan antara pekerja laki-laki dan perempuan. Program tersebut juga menyasar pekerja dan keluarga pekerja sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan.
Idham menyampaikan, kolaborasi DP3A Kutim bersama mitra telah mendorong sosialisasi pengarusutamaan gender di enam perusahaan perkebunan kelapa sawit. Kegiatan tersebut menjadi bagian awal untuk memberikan pemahaman mengenai kepemimpinan perempuan, kesempatan kerja yang setara, serta norma-norma pekerja layak, terutama bagi pekerja perempuan.
Program kemudian dilanjutkan melalui pembentukan dan penguatan Komite Gender di enam perusahaan yang berada di wilayah Sangkulirang. Komite tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pekerja perempuan untuk menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak mereka kepada manajemen perusahaan.
Program Officer Yayasan Solidaridad, Martinus Martin, mengatakan pembentukan Komite Gender menjadi salah satu tindak lanjut dari rangkaian edukasi dan sosialisasi yang telah dilakukan bersama DP3A Kutim. Enam perusahaan tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk memperkuat penerapan kesetaraan gender di sektor perkebunan kelapa sawit.
Menurut Martinus, Komite Gender berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara pekerja dan manajemen perusahaan. Dengan adanya wadah tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi pekerja perempuan diharapkan dapat disampaikan secara lebih terstruktur dan ditindaklanjuti oleh perusahaan.
Ia menambahkan, penguatan Komite Gender juga diarahkan pada sejumlah program, termasuk pendidikan, pelatihan, dan dukungan terhadap kebutuhan pekerja perempuan. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah peningkatan kualitas tempat penitipan anak (TPA) bagi anak-anak karyawan, sehingga fasilitas tersebut tidak sekadar menjadi tempat menitipkan anak, tetapi juga memberikan unsur edukasi dan kegiatan bermain yang mendukung tumbuh kembang anak.
DP3A Kutim juga mendorong agar peningkatan kapasitas pekerja perempuan berjalan seiring dengan terbukanya jenjang karier. Pekerja, termasuk yang masih berstatus pekerja harian lepas, diharapkan memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan dan meningkatkan kompetensi sehingga memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh status dan posisi yang lebih baik.
Ke depan, Pemkab Kutim bersama DP3A dan mitra terkait akan mendorong penguatan Komite Gender di lebih banyak perusahaan. Dari ratusan perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kutim, program tersebut diharapkan dapat diperluas secara bertahap agar prinsip kesetaraan gender, perlindungan pekerja perempuan, peningkatan keterampilan, serta pemenuhan hak keluarga pekerja semakin mendapat perhatian di sektor perkebunan.(Maulana)
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.