SAMARINDA- Pelaksanaan penilaian usulan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat (GSM) sebagai Geopark Nasional resmi memasuki tahapan krusial. Senin (06/07), Tim Verifikasi Geopark Nasional siap melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah geosite di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau untuk menilai kesiapan kawasan yang diusulkan menjadi Geopark Nasional.
Di Kabupaten Kutai Timur sendiri, setidaknya ada beberapa lokasi yang akan dikunjungi Tim yang dipimpin Prof Mega Fatima Rosana tersebut, yakni Culture Site Galery Budaya Sangatta, Geosite Liyang Tewet Bengalon, dilanjut Geosite air terjun Tangga Bidadari dan Geopark Corner SD Negeri 02 Kaliorang dan berakhir di Geosite Gua Mengkuris Karangan.
Selain melihat secara langsung kondisi GSM. Pemerintah Kutim juga telah menyiapkan berbagai daya dukungan untuk menunjang proses penilaian selama kunjungan yang direncanakan selama dua hari tersebut.
Salah satunya dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya menampilkan potensi ekonomi kreatif masyarakat lokal. Langkah ini bertujuan menunjukkan bahwa pengembangan geopark tidak hanya fokus pada aspek geologi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat identitas budaya, serta mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Berdasarkan jadwal yang sudah dirilis resmi oleh Tim GSM Kabupaten. Tim penilai akan tiba di Bandara APT Pranoto Samarinda pada pukul 11.00 WITA. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Kutim, Tim GSM Provinsi Kalimantan Timur yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sri Wahyuniyang akan melakukan presentasi secara langsung terkait GSM dihadapan tim penilai yang berjumlah 3 orang.
Rombongan kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Sangatta, yang diperkirakan kurang lebih 4 jam. Namun sebelum tiba di Hotel, rombongan akan berhenti sejenak di rest area Beppa Janda,Teluk Kaba Kecamatan Teluk Pandan untuk melihat langsung berbagai produk unggulan yang dihasilkan oleh masyarakat setempat diantaranya yang cukup dikenal dan menjadi oleh-oleh khas yakni minuman Sarraba dan kue Beppa Janda atau lidah sapi
Setelah beristirahat sejenak, rombongan akan langsung menuju ke Hotel yang berada di jalan AWS Sjahranie, sebelum melanjutkan kegiatan untuk jamuan makan malam bersama Bupati Ardiansyah Sulaiman dan jajaran Pemkab Kutim di Pendopo Rumah Jabatan Bupati yang dijadwalkan pada pukul 19.00 WITA.
Dalam pertemuan tersebut, tidak hanya sekedar jamuan makan malam. Namun juga menjadi wadah diskusi seluruh pemegang saham yang menjadi bagian dari bukti komitmen bersama untuk menjaga kawasan GSM. Mulai dari aspek konservasi, pemberdayaan masyarakat hingga pengembangan wilayah berkelanjutan.
Di hari berikutnya, rombongan akan mengawali kunjungan ke lokasi yang sudah ditentukan mulai dari Sangatta, Bengalon, Kaliorang hingga Karangan. Adapun Perangkat Dinas dari Kutim yang akan mendampingi selama kunjungan diantaranya perwakilan Bappeda, Dispar, Bidang Kebudayaan Disdikbud, Diskominfo Staper dan Dishub
Penilaian GSM Dimulai, Kutim Siapkan Dukungan Penuh