Wed 04/03/2026
  Admin Berita Berita

Sinergi DPPKB Kutim–Kemendukbangga Kaltim Perkuat Program Bangga Kencana 2026

SAMARINDA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali melakukan langkah strategis dengan menggelar kunjungan kerja sekaligus audiensi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Perwakilan Kalimantan Timur. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Bangga Kencana, Kantor Kemendukbangga/BKKBN Kaltim, Selasa (3/3/2026) pagi itu, menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program kerja di tahun 2026.

Rombongan DPPKB Kutim yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Achmad Junaidi, disambut hangat oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga Kaltim, dr. Nurizky Permanajati, didampingi Sekretaris Muslimin beserta jajarannya. Suasana diskusi berlangsung dinamis, membahas berbagai tantangan dan solusi dalam upaya percepatan penurunan stunting serta penguatan program pembangunan keluarga di wilayah Kutim. 

Puncak acara ditandai dengan serah terima simbolis tiga dokumen penting. Ketiga dokumen tersebut adalah data Keluarga Berisiko Stunting (KRS), hibah alat kontrasepsi (alokon), dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk program kegiatan tahun 2026. Ketiga dokumen ini menjadi fondasi kokoh bagi pelaksanaan program di lapangan.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi B, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas fasilitasi yang diberikan. Menurutnya, banyak solusi yang didapatkan dari diskusi per bidang. Ia menekankan pentingnya intervensi berbasis data, terutama setelah mengetahui sejumlah "catatan merah" indikator program.

"Hasil paling penting adalah kita sepakat untuk mengintervensi catatan merah itu melalui program inovasi, baik itu pendidikan maupun Cek Jempol Stop Stunting. Kita tidak bisa asal membuat program, tapi harus melihat dulu akar masalahnya. Jika indikator di program Bangga Kencana atau penurunan stunting berwarna merah, itulah yang harus kita sasar," ujar Achmad Junaidi usai pertemuan.

Ia sangat menanti data by name by address keluarga berisiko stunting yang mencapai sekitar 11 ribu jiwa. Menurutnya, data tersebut adalah kunci pergerakan. "Tanpa data by name by address, kita tidak bisa bergerak. Data ini penting untuk perencanaan yang tepat sasaran. Harapan kami, sepulang dari sini, data itu sudah bisa kami bawa dan langsung dipetakan per desa, tanpa perlu verifikasi ulang," tambahnya.

Sementara itu, dr. Nurizky Permanajati mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan DPPKB Kutim. Ia menilai program-program tersebut sejalan dengan visi kementerian. Dirinya berharap sinergitas yang terjalin dapat semakin kuat dalam pelaksanaan program, khususnya di Kutim.

"Kami sangat mengapresiasi inovasi dari DPPKB Kutim. Mudah-mudahan ini menambah kekuatan sinergi pelayanan, terutama untuk program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting," puji dr. Nurizky.

Menyikapi potensi besar yang dimiliki Kutim, dr. Nurizky juga mengingatkan tentang pemanfaatan bonus demografi. Ia menekankan bonus demografi hanya bisa diraih jika sumber daya manusia (SDM) yang ada berkualitas dan memiliki daya saing.

"Pemanfaatan bonus demografi mensyaratkan SDM berkualitas dan tersedianya lapangan pekerjaan. SDM berkualitas dimulai dari keluarga, dari akses kesehatan dan pendidikan. Kutim punya potensi besar dengan banyaknya perusahaan, tapi SDM-nya harus disiapkan dengan baik sejak dini, dimulai dari keluarga," tegasnya.

Dengan rampungnya audiensi dan penandatanganan tiga dokumen penting ini, DPPKB Kutim optimistis dapat segera bergerak cepat. Mereka berencana akan merapatkan hasil kunjungan ini di tingkat kabupaten dan siap melakukan intervensi yang lebih terarah pasca-lebaran.(*)