SANGATTA — Seperti yang sudah di ketahui, sektor pertanian Kutai Timur perlahan namun pasti sudah mulai menunjukan perkembangan yangn signifikan. Beberapa komoditas bahkan sudah mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat.
Salah satu yang saat ini menajdi buah bibir di kalangan masyarakat yakni buah Nanas dari Desa Hiba Lestari, Kecamatan Batu Ampar yang mulai banyak di gandrungi oleh pasar. Tidak hanya lokal. Buah Nanas yang memiliki citarasa manis ini bahkan sudah mampu di kenal menembus luar daerah, sebut saja Samarinda dan Berau.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah gencar mengembangkan menggali potensi industri daerah yang sejalan dengan program 50 program prioritas Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati (Wabup) Mahyunadi.
Melihat potensi yang cukup besar akan buah yang memiliki nama latin Ananas comosus ini. Pemeirntah saat ini tengah mempersiapkan trpbosan untuk terus mengembangkan buah Nanas yang tidak hanya bisa di nikmati sebagai buah segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti olahan makanan, minuman, hingga produk turunan lainnya yang memiliki daya saing di pasar.
Tidak hanya fokus untuk produk hilirisasi buahnya saja. Saat ini, melalui instansi teknisnya, Pemerintah tengah menyiapkan sebauh langkah strategis untuk terus mengembangkan salah satu bagian dari buah yang berasal dari amerika Selatan ini, yakni serat daun nanas yang diketahui memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.
" Karena produksi dari petani kita saat ini cukup banyak dan belum di manfaatkan secara optimal. Maka, kami mencoba untuk untuk pengembangkan serat buah nanas bersama dengan instansi terkait," ujar Kepala Disperindag Kutim melalui Kepala Bidang Industri dan Perdagangan Achmad Dony Evriady
Sebagai langkah awal, Disperindag Kutim bersama DTPHP dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung, sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah setempat termasuk para petani untuk guna mengidentifikasi potensi, tantangan, dan peluang pengembangan komoditas nanas.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyusun langkah strategis dalam mendorong pengolahan nanas, tidak hanya sebagai produk konsumsi, tetapi juga sebagai bahan baku industri kreatif, termasuk pemanfaatan serat daun nanas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Dari informasi yang di sampaikan bahwa lahan produktif yang di gunakan untuk pengembangan nanas di sana (Himba Lestari) sudah mencapai 250 hektare,“ucap Dony biasa ia disapa.
Menurut informasi yang ia terima, selama ini daun nanas hanya dihasilkan oleh para petani hanya berakhir menjadi limbah. Padahal, menurutnya daun nanas memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila di manfaatkan secara baik. Di ketahui, daun yang memiliki serat ini dikenal kuat, ringan, dan ramah lingkungan, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk, mulai dari Bahan Teksti, Kerajinan tangan, Bahan komposit termasuk Produk kertas.
“Bahkan sudah ada tawaran masuk dari Jawa Barat, dan untuk satu kilogramnya nilainya cukup menjanjikan yakni Rp 12000, ini menjadi salah satu bukti kalau memang komoditas ini (serat daun nanas) memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan,”ungkapnya
Dirinya juga tidak memungkiri kondisi geografis dan keterbatsan infrastruktur masih menjadi tantangan berat dalam mewujudkan pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas nanas di desa yang berada di jalur antar Kecamatan tersebut. untuk itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan lintas sektor untuk merumuskan berbagai strategi, sehingga pengembangan komoditas tersebut bisa berjalan secara optimal agar mampu meningkatkan nilai ekonoi bagi masyarakat dan daerah.
"Yang penting mereka ada perhatian dulu. Karena kalau tidak ada perhatian dari pemerintah, dampakanya akan langsung terasa kepada para petani. salah satuny adengan alih fungsi tanam, nah, itu yang kita antisipasi," pungkasnya.
Penulis: Irhan
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan