SANGATTA - Semangat kebersamaan dan persaudaraan mewarnai pelaksanaan Temu Kangen Ikatan Keluarga Bojonegoro Angling Dharma se-Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Minggu (280/6/2026).
Mengusung tema "Guyub Rukun Bapoh Kokoh Seduluran Sak Lawase", kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi warga asal Bojonegoro yang menetap di berbagai daerah di Kaltim. Temu kangen yang sudah memasuki kali keempat ini diikuti oleh seluruh perwakilan Ikatan Keluarga Bojonegoro dari berbagai daerah diantaranya, Berau,Balikpapan, Bontang, Samarinda, serta tuan rumah Kutai Timur.
Komandan Kodim 0909/Kutai Timur Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, yang juga merupakan putra asli Bojonegoro sekaligus Pembina Ikatan Bojonegoro Kutim, mengajak seluruh warga Bojonegoro untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan di tanah rantau.
Menurutnya, Temu kangen ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi momentum memperkuat tali persaudaraan antarwarga asal Kabupaten yang dikenal sebagai lumbung pangan ini di Kalimantan Timur.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud pelestarian nilai-nilai kekeluargaan dan budaya gotong royong,” ujarnya mewakil Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.
Ia juga menegaskan bahwa perbedaan tempat tinggal tidak boleh menjadi penghalang untuk terus menjalin komunikasi dan saling mendukung satu sama lain.
"Yang terpenting, kita tetap bersama dalam semangat persaudaraan, saling membantu, dan terus menjaga nama baik masyarakat Bojonegoro di mana pun berada," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah Paguyuban Bojonegoro se-Kalimantan Timur, Sutrisno, mengajak seluruh anggota paguyuban untuk terus bangkit, kompak, dan menjaga kekuatan persaudaraan.
"Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan terbesar kita di tanah perantauan. Walaupun berjauhan, silaturahmi harus tetap terjalin dan semakin erat," katanya.
Sutrisno juga mengucapkan terima kasih kepada Ikatan Bojonegoro Kutai Timur yang telah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan temu kangen tahun ini.
"Semoga kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipelihara dan kita semua ikut menjaga situasi Kalimantan Timur tetap aman, damai, dan kondusif," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengumumkan bahwa Kabupaten Berau telah menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Temu Kangen Ikatan Keluarga Bojonegoro Angling Dharma se-Kalimantan Timur tahun 2027.
Ketua Ikatan Bojonegoro Kutai Timur, Muhammad Yasin, menjelaskan bahwa Ikatan Bojonegoro di Kutai Timur telah berdiri sejak tahun 1998 dan hingga kini terus menjadi wadah pemersatu masyarakat Bojonegoro di daerah tersebut. Ia menuturkan bahwa paguyuban tersebut dibentuk sebagai rumah bersama bagi seluruh warga Bojonegoro di Kutai Timur.
Menurutnya, meskipun berasal dari kecamatan dan desa yang berbeda-beda, ketika berada di perantauan mereka tetap merupakan satu keluarga besar Bojonegoro. Ia juga berharap kebersamaan tersebut dapat terus terjaga dari generasi ke generasi.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan penampilan Tari Gatotkaca Kiprah yang dibawakan oleh Sarjono, hiburan musik Campursari, serta berbagai penampilan seni lainnya yang menampilkan kekayaan budaya Jawa. Menjelang penutupan acara, para peserta mendapatkan motivasi keagamaan yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Gafur.
Suasana penuh keakraban tampak sepanjang acara. Ratusan warga Bojonegoro dari berbagai daerah di Kalimantan Timur larut dalam kebersamaan, saling melepas rindu, berbagi cerita, serta mempererat hubungan kekeluargaan. Semangat "Guyub Rukun Bapoh Kokoh Seduluran Sak Lawase" pun kembali menjadi pengingat bahwa di mana pun berada, warga Bojonegoro akan selalu terikat dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat dan abadi.
Penulis : Maulana
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan