Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Jaga Akses Transportasi, Long Mesangat Bangun Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Camat Long Mesangat Rapichin (tengah) bersama Asisten 1 Trisno dan Kepala Bagian Pemerintahan setkab Kutim Joni Abdi Setia
Camat Long Mesangat Rapichin (tengah) bersama Asisten 1 Trisno dan Kepala Bagian Pemerintahan setkab Kutim Joni Abdi Setia



SANGATTA — Upaya menjaga akses transportasi dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Long Mesangat, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kondisi infrastruktur jalan yang masih membutuhkan perhatian mendorong pemerintah kecamatan membangun pola kolaborasi bersama perusahaan dan pengusaha lokal untuk melakukan pemeliharaan secara berkala.

Inovasi tersebut menjadi salah satu hal yang diangkat Camat Long Mesangat, Rapichin, dalam Penilaian Camat Berprestasi se-Kalimantan Timur Tahun 2026 yang berlangsung di Samarinda, Senin (10/8/2026). Melalui inovasi tersebut, pemerintah kecamatan berupaya menjaga akses transportasi masyarakat dengan melibatkan dunia usaha dalam pemeliharaan jalan.

Rapichin menjelaskan, perhatian terhadap kondisi jalan menjadi salah satu hal yang terus didorong agar pembangunan di Kecamatan Long Mesangat dapat berjalan berkelanjutan. Salah satu fokusnya adalah memastikan akses transportasi tetap terjaga karena berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami berfokus pada kepedulian dalam merawat akses transportasi. Yang kami lakukan adalah mengoordinasikan perusahaan dan pengusaha lokal agar bersama-sama bisa memelihara kondisi jalan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi jalan di Long Mesangat masih membutuhkan perhatian. Saat ini, terdapat sekitar 19 kilometer ruas jalan yang masih berupa jalan tanah. Kondisi tersebut membutuhkan pemeliharaan secara berkala agar kerusakan tidak semakin parah dan menghambat akses masyarakat.

“Kalau jalan tanah ini tidak dirawat secara berkala, tentu akan mengalami kerusakan berat. yang bisa berakibat pada terhambatnya akses transportasi masyarakat,” jelasnya.

Untuk memastikan kondisi jalan tetap terpantau, pemerintah kecamatan secara rutin melakukan pemantauan ke sejumlah titik yang dinilai rawan mengalami kerusakan. Ketika ditemukan jalan berlubang maupun kerusakan pada jembatan, pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan perusahaan dan pengusaha lokal yang telah menjalin komunikasi.

“Kami langsung koordinasi. Kami sampaikan titiknya dan meminta agar alat bisa diturunkan. Jadi kami dari kecamatan selalu keliling memantau titik-titik yang berpotensi rusak,” katanya.

Rapichin menyebut, respons perusahaan terhadap pola kolaborasi tersebut cukup positif. Setiap kali pemerintah kecamatan menyampaikan adanya kerusakan yang membutuhkan penanganan, perusahaan dinilai cukup responsif dalam memberikan dukungan.

“Alhamdulillah responsnya bagus. Ketika kami melakukan komunikasi dan mereka selalu siap membantu,” ujarnya.

Ia menegaskan, kolaborasi tersebut lebih difokuskan pada pemeliharaan dan perawatan jalan yang sudah ada. Sementara pembangunan infrastruktur jalan permanen tetap menajdi prioritas yang saat ini terus di upayakan melalui koordiansi dan komunkasi secara aktif dengan pemerintah daerah agar  kebutuhan pembangunan infrastruktur tersebut dapat direalisasikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan prioritas daerah.


Kolaborasi antara pemerintah kecamatan dengan perusahaan dan pengusaha lokal tersebut telah berjalan sekitar dua tahun. Selama pelaksanaannya, respons masyarakat juga disebut cukup positif karena kondisi jalan yang lebih terpantau membuat keluhan terkait akses transportasi berkurang.

Menurutnya, sebelum pola kolaborasi berjalan, masyarakat kerap menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan melalui media sosial maupun pesan pribadi, terutama ketika kerusakan jalan menghambat aktivitas sehari-hari dan akses anak-anak menuju sekolah.

“Setelah ada komunikasi dan kesepakatan, tidak ada lagi keluhan seperti sebelumnya. Dulu masyarakat sering menyampaikan melalui media sosial atau pesan pribadi (Whatapp), meminta agar jalan yang rusak segera diperbaiki karena mereka kesulitan mengakses sekolah,” ucap Rapichin

Inovasi pemeliharaan akses transportasi tersebut menjadi salah satu upaya yang dipresentasikan dalam Penilaian Camat Berprestasi se-Kalimantan Timur Tahun 2026. Dalam ajang yang berlangsung di Samarinda tersebut, Long Mesangat menjadi salah satu dari sembilan peserta yang mewakili  kabupaten/kota di Kalimantan Timur.


Adapun dewan juri berasal dari sejumlah unsur, di antaranya Satpol PP, Dinas Sosial, Asisten I Setprov Kaltim, serta Tim Penggerak Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPPMD) Provinsi Kalimantan Timur.

Ia menambahkan, pesan yang disampaikan tim penilai menjadi motivasi bagi pemerintah kecamatan untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Menurutnya, ajang Penilaian Camat Berprestasi bukan semata-mata kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mengevaluasi kinerja dan mendorong pemerintah kecamatan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.(Tejho)


#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km²  atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan