Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Tim Penilai Geopark Kunjungi Galeri Cagar Budaya, Bukti Kuat Warisan Budaya Kutim

Galeri Cagar Budaya Kabupaten Kutai Timur
Galeri Cagar Budaya Kabupaten Kutai Timur


SANGATTA – Kehadiran Tim Penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat di Galeri Cagar Budaya atau Galeri Arkeologi Kabupaten Kutai Timur menjadi momentum penting dalam memperkenalkan jejak sejarah serta warisan budaya daerah kepada tingkat yang lebih luas.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Ilham, menyampaikan bahwa galeri yang berdiri sejak tahun 2008 tersebut memiliki peran strategis sebagai pusat penelitian dan dokumentasi berbagai peninggalan prasejarah yang ditemukan di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat.

“Galeri ini dibangun sejak awal sebagai pusat penelitian dan pelestarian berbagai temuan arkeologi. Kehadiran tim penilai tentu menjadi kesempatan bagi kami untuk menunjukkan kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Kutai Timur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada saat galeri ini didirikan, kawasan tersebut masih dikenal sebagai Karst Sangkulirang-Mangkalihat dan belum berstatus sebagai geopark. Seiring berjalannya waktu, keberadaan galeri semakin mempertegas posisinya dalam mendukung proses pengakuan kawasan tersebut sebagai geopark, khususnya dari aspek warisan budaya.


Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim Ilham (Kacamata) saat memberikan pemaparan di hadapan tim Penilai Geopark


Menurut Ilham, kawasan karst tidak hanya memiliki nilai geologi dan arkeologi yang tinggi, tetapi juga menjadi ruang hidup masyarakat adat, seperti Suku Basap, yang telah lama menjaga kelestarian alam dan budaya. “Peran masyarakat adat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan ini, sehingga nilai yang dimiliki tidak hanya bersifat ilmiah, tetapi juga kultural,” tambahnya.

Galeri Cagar Budaya Kutai Timur sendiri menyimpan berbagai koleksi hasil penelitian arkeologi yang dilakukan sejak tahun 2004 hingga 2008, termasuk oleh peneliti internasional. Koleksi tersebut meliputi artefak, gerabah, sisa tulang manusia, hingga tulang hewan yang menjadi bukti kehidupan prasejarah di kawasan karst.

Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian adalah replika gambar cadas atau lukisan dinding gua yang diperkirakan berusia sekitar 40 ribu tahun. Temuan ini menjadi salah satu warisan budaya prasejarah yang memiliki nilai penting, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dunia.

Lebih lanjut, Ilham menegaskan bahwa ke depan galeri ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat dari berbagai kalangan.

“Kami ingin galeri ini bisa diakses oleh semua jenjang pendidikan, mulai dari anak usia dini hingga perguruan tinggi. Selain itu, juga terbuka bagi peneliti dan masyarakat umum yang ingin mempelajari sejarah dan arkeologi,” jelasnya.

Selain itu, galeri juga diproyeksikan menjadi pusat riset dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kawasan karst, seperti geosite, gua, arkeologi, hingga keanekaragaman hayati.

Melalui keberadaan galeri ini, diharapkan masyarakat dan pengunjung dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat sebelum mengunjungi situs-situs prasejarah secara langsung.

“Galeri ini menjadi pintu awal untuk memahami keseluruhan kawasan, sehingga ketika turun ke lapangan, pengunjung sudah memiliki bekal pengetahuan yang cukup,” pungkas Ilham.



Penulis : Tejho


                                                                  
#Catatan Kaki                                                                    
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki wilayah yang luas 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.