SANGATTA – Program peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat apresiasi dari Budiman Tahir, akademisi yang saat ini juga aktif sebagai Widyaiswara bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).
Budiman menilai kebijakan yang dilakukan Pemkab Kutim menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi tenaga pendidik. Ia mengaku bangga melihat sejumlah program pendidikan yang sebelumnya disampaikan pemerintah daerah kini mulai diwujudkan.
Ia secara khusus mengapresiasi perhatian Pemkab Kutim terhadap peningkatan kualifikasi tenaga pendidik melalui program beasiswa bagi guru. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah yang sangat baik, mengingat masih banyak daerah yang menghadapi persoalan tenaga pendidik yang belum memiliki kualifikasi sarjana.
“Kalau dibandingkan dengan provinsi lain, apalagi kabupaten lain, pemberian (kebijakan) seperti ini masih minim sekali. Kalau saya melihat program yang dilakukan Dinas Pendidikan dalam meningkatkan kapabilitas dan kompetensi tenaga pendidik di Kutai Timur, saya katakan luar biasa,” katanya.
Menurut Budiman, peningkatan kualitas tenaga pendidik merupakan investasi penting untuk memperkuat sumber daya manusia daerah. Ia juga menilai komitmen tersebut menunjukkan bahwa efisiensi anggaran tidak menjadi alasan untuk mengabaikan sektor pendidikan.
“Walaupun ada efisiensi, ternyata tetap dilakukan. Ini keren. Artinya pemerintah daerah tetap mengambil peran dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Selain peningkatan kualifikasi guru, Budiman memberikan apresiasi terhadap kebijakan penyediaan guru inklusi di setiap sekolah. Menurutnya, pendidikan inklusif masih menjadi pekerjaan rumah di banyak daerah karena belum semua sekolah memiliki tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dalam menangani kebutuhan pendidikan inklusif.
“Daerah lain masih banyak yang belum memiliki guru inklusi di sekolah. Tetapi di Kutai Timur, saya melihat apa sudah diterapkan, yaitu satu sekolah satu guru inklusi,” jelasnya.
Ia menilai langkah tersebut menunjukkan keberanian Pemkab Kutim mengambil peran untuk menutup celah dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan masyarakat.
Budiman juga menyoroti langkah Kutim dalam mendukung implementasi wajib belajar 13 tahun. Menurutnya, pendidikan selama ini umumnya dihitung 12 tahun, yakni enam tahun SD, tiga tahun SMP dan tiga tahun SMA.
Sementara itu, penguatan pendidikan satu tahun sebelum memasuki jenjang SD melalui PAUD menjadi bagian penting untuk mewujudkan konsep wajib belajar 13 tahun.
“.Apa yang digariskan pemerintah pusat ternyata langsung diambil perannya oleh Kutai Timur,” pungkasnya.(Tejho)
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.