Sun 15/02/2026
  Admin Berita Berita

Ardiansyah Sulaiman: Sawit Topang Kemandirian Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

SANGATTA – Potensi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali mendapatkan sorotan sebagai salah satu komoditas strategis yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional, selain sektor Pertambangan. Peran sawit dinilai sangat penting karena kemampuannya memenuhi berbagai kebutuhan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat 

Sejalan dengan visi pemerintah pusat, komoditas ini dianggap sebagai solusi jangka panjang bagi kemandirian bangsa. Indonesia dinilai memiliki fondasi ekonomi yang kuat selama industri kelapa sawit tetap terjaga produktivitasnya dari hulu hingga hilir.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto sempat menyampaikan, pembangunan nasional sebenarnya sudah cukup kuat. Salah satunya  ditopang oleh sawit, mengingat semua kebutuhan dasar kita sudah tersedia di sana," ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman saat ditemui awak media, Sabtu (14/02/2026). 

Menurutnya. Sawit tidak hanya berperan sebagai penyedia kebutuhan dasar masyarakat (minyak goreng). Namun  juga merambah ke industri kesehatan dan kecantikan. Turunan produknya menjadi bahan baku utama dalam pembuatan obat-obatan serta berbagai jenis kosmetik di pasar global. Termasuk adanya produk olahan dan kerajinan yang berasal dari daun dan lidi Sawit yang sudah mulai di kembangkan menajdi produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

"Kebutuhan akan pangan kita sudah terpenuhi, begitu pula dengan sektor farmasi yang sangat bergantung pada olahan kelapa sawit kita," jelasnya. 

Selain sektor pangan, transformasi sawit ke arah energi terbarukan melalui biodiesel menjadi poin krusial bagi ketahanan energi nasional. Hal ini sekaligus menjawab tantangan global terkait penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Orang nomor satu di Pemkab Kutim itu mengaku. Daya saing sawit Indonesia di kancah internasional pun tetap kokoh meskipun menghadapi berbagai tantangan perdagangan. Hal ini terbukti dengan tingginya permintaan pasar dari negara-negara di benua Eropa terhadap produk olahan sawit asal tanah air.

"Kutai Timur memiliki peran luar biasa dalam pembangunan sektor ini secara nasional. Fakta bahwa Eropa tetap meminta pasokan, kita membuktikan betapa strategisnya posisi sawit di mata dunia," pungkasnya.


Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga saat ini terus mengedepankan program perkebunan berkelanjutan yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui penerapan praktik budidaya ramah lingkungan, peningkatan produktivitas lahan tanpa perluasan yang merusak hutan, serta penguatan kapasitas petani lokal, program ini diharapkan mampu memastikan industri kelapa sawit tetap kompetitif sekaligus berkelanjutan dalam jangka panjang.



 Penulis : Irhan

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.