SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman melepas 53 mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN)yang berlangsung di halaman kantor Sekretariat Daerah, kawasan Pemerintahan, Bukit Pelangi Sangatta, Senin (27/07/2026).
Pelepasan peserta KKN yang akan mengabdikan diri kepada masyarakat yang akan tersebar di enam desa di Kecamatan Kaubun ini merupakan mahasiswa Angkatan XXII dari berbagai jurusan yang akan berlangsung selama 45 hari kedepan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa program KKN bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan sebuah ruang yang dipersiapakn untuk mengimplmentasikan seluruh ilmu yang di peroleh selama di meja perkuliahan di tengah masyarakat. Dimana mereka akan di uji dan di selaraskan dengan berbagai persoalan yang di hadapi di lapangang.
Lebih lanjut, pria kelahiran 05 Februari 1964 itu menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika, menghormati nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku serta membangun komunikasi yang intensif dan harmonis dengan masyarakat maupun jajaran pemerintah setempat.
Dirinya juga berharap, para mahasiswa juga tidak hanya hadir sebagai peserta KKN biasa, tetapi harus mampu memposisikan diri sebagai katalisator (pendorong) perubahan yang adaptif, baik dalam mengidentifikasi berbagai potensi unggulan daerah maupun dalam merumuskan solusi konkret atas persoalan yang ada di tengah masyarakat. Terutama dalam hal mendorong pengembangan potensi desa terutama di sektor pertanian.
Mengingat, saat ini Pemerintah Darah terus mendorong agar sektor pertanian menjadi salah menjadi salah satu sektor unggulan dalam mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Dimana pemerintah menempatkan sektor pertanian menjadi sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah karena memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
"Manfaatkan kesemtapan ini (KKN) untuk terus mengasah dan menimba pengalaman sebanyak mungkin untuk membantu meraih masa depan kalian di masa mendatang,"pesan Bupati/
Ketua STIPER Kutim Ismail Fahmy Almadi, menjelaskan bahwa peserta KKN yang berjumlah 53 peserta ini akan ditempatkan di enam desa yakni Bukit Permata, Bumi Rapak, Cipta Graha, Kadungan Jaya, Mata Air, dan Pengadan Baru.
"Fokus utama penempatan diarahkan untuk mengoptimalkan potensi desa, mendampingi para petani lokal serta mendorong regenerasi SDM di sektor pertanian yang kini menjadi tantangan ," jelas Ismail.
Tidak hanya mengabdikan diri kepada masyarakat, Nantinya, peserta KKN juga memiliki tugas untuk menyelaraskan setiap program kerja mereka dengan arah kebijakan pembangunan yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
"Melalui kolaborasi nyata ini, program KKN ditargetkan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan kemandirian desa yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi," pungkasnya.
Sumber : Prokutaitimur