Wed 28/01/2026
  Admin Berita Berita

Duta Pancasila Paskibraka Kutim Dikukuhkan, Wabup Tekankan Peran Strategis Generasi Muda

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Kutai Timur periode 2025–2029. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Rabu (28/01/2026).

Duta Pancasila Paskibraka Indonesia merupakan organisasi yang mewadahi para Purna Paskibraka yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Organisasi ini bertugas menjadi teladan dan penggerak dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menampilkan kepribadian luhur bagi generasi muda, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022.

Pengukuhan tujuh orang pengurus DPPI Kutim tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 200/K/256/2025 tentang Pembentukan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Kabupaten Kutai Timur Periode 2025–2029.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Mahyunadi menyampaikan bahwa Duta Pancasila merupakan putra-putri terbaik daerah yang telah melalui proses seleksi ketat, pembinaan, serta penguatan karakter, sehingga layak menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Orang nomor dua di Kutim itu juga menegaskan bahwa Duta Pancasila memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengamalkan konsensus dasar berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta Bhinneka Tunggal Ika.

“Kalian diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila di berbagai aspek kehidupan, baik di lingkungan pendidikan, organisasi kepemudaan, media sosial, maupun di tengah masyarakat luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mahyunadi menyampaikan bahwa pembinaan ideologi Pancasila merupakan salah satu misi utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagaimana tertuang dalam Asta Cita, yang menempatkan penguatan karakter kebangsaan sebagai prioritas nasional dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berkomitmen membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berdaya saing, serta berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Menjadi Duta Pancasila bukan sekadar sebuah kehormatan, melainkan amanah dan tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan penuh integritas,” tegasnya.

Adapun tujuh pengurus DPPI Kutim yang dikukuhkan, yakni Sunnu Wahyudi sebagai Ketua, Adrian sebagai Wakil Ketua, Meilani Delisa sebagai Sekretaris, Raisha Achdi Febiandika sebagai Kepala Bidang Dukungan Pembentukan Paskibraka dan Purna Paskibraka Duta Pancasila, Herdy Asfary Hasya sebagai Kepala Bidang Peningkatan Kompetensi, Muhammad Yoga Aditya Pratama sebagai Kepala Bidang Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila, serta Melkyas Pranata Dimbalagi sebagai Kepala Bidang Komunikasi, Teknologi, dan Informasi.

Selain jajaran pengurus, DPPI Kutim juga diperkuat oleh lebih dari 50 anggota yang berasal dari Paskibraka Angkatan 2024 dan 2025, yang seluruhnya merupakan Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Kutai Timur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kutim, Kapolres Kutai Timur Fauzan Arianto, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kutim Tejo Yuwono, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Di akhir sambutannya, Mahyunadi kembali menegaskan agar para Duta Pancasila mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Saudara-saudari dituntut untuk memiliki kedisiplinan, kepedulian sosial, serta keberanian menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, dan perbuatan. Jadilah agen perubahan yang menanamkan semangat persatuan, toleransi, gotong royong, serta cinta tanah air,” pungkasnya.




Penulis: Maulana

 #Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.