SANGATTA – Tim Geopark Sangkulirang Mangkalihat (GSM) Kabupaten Kutai Timur berhasil menuntaskan pendampingan terhadap Tim Verifikasi Geopark Nasional (TVGN) dalam rangka visitasi lapangan selama empat hari, mulai Minggu (5/7) hingga Rabu (8/7). Rangkaian kegiatan tersebut menjadi tahapan penting dalam proses penilaian Geopark Sangkulirang Mangkalihat melalui verifikasi berbagai aspek pengelolaan kawasan, mulai dari potensi geologi, pelestarian budaya, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selama pelaksanaan visitasi, Tim GSM Kutai Timur yang terdiri dari Bappeda, Dinas Pariwisata, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper), Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, DInasl Lingkungan Hidup, Bagian SDA serta Dinas Perhubungan memberikan pendampingan secara menyeluruh. Koordinasi lintas perangkat daerah dilakukan untuk memastikan seluruh agenda berjalan lancar sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada tim verifikasi di setiap lokasi penilaian.
Visitasi dilaksanakan di empat kecamatan, yakni Sangatta Utara, Bengalon, Kaliorang, dan Karangan, dengan sejumlah lokasi yang menjadi fokus penilaian. Di Kecamatan Sangatta Utara Tim Verifikasi mengunjungi Gedung Galeri Budaya, sementara di Kecamatan Bengalon, TVGN yang di pimpin oleh Prof Mega Fatimah Rosana berdiskusi bersama penemu Goa Tewet untuk menggali informasi mengenai nilai sejarah, budaya, serta upaya pelestarian warisan budaya yang menjadi bagian penting dari kawasan Geopark Sangkulirang Mangkalihat.
Selanjutnya di Kecamatan Kaliorang, penilaian dilakukan di kawasan wisata Tangkah Bidadari dan SD Negeri 002 Kaliorang yang berpredikat Sekolah Adiwiyata. Di sekolah tersebut, tim verifikasi berdialog langsung dengan para siswa mengenai pengetahuan mereka tentang Geopark Sangkulirang Mangkalihat, sebagai bagian dari upaya menilai implementasi pendidikan berbasis geopark sejak usia dini.
Rangkaian visitasi di Kutai Timur ditutup dengan kunjungan ke Goa Mengkuris di Desa Batu Lepoq, Kecamatan Karangan. Situs ini dinilai memiliki kekayaan geologi dan keanekaragaman hayati yang menjadi salah satu kekuatan utama Geopark Sangkulirang Mangkalihat, sekaligus menunjukkan besarnya potensi kawasan untuk dikelola secara berkelanjutan melalui prinsip konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Selama empat hari pelaksanaan visitasi, Tim Verifikasi Geopark Nasional juga memberikan berbagai masukan dan rekomendasi sebagai bahan penyempurnaan pengelolaan kawasan ke depan. Masukan tersebut diharapkan semakin memperkuat tata kelola Geopark Sangkulirang Mangkalihat agar memenuhi standar yang ditetapkan dalam pengembangan kawasan geopark nasional.
Usai seluruh rangkaian kegiatan berakhir, rasa bangga dan puas tampak dari seluruh Tim GSM Kutai Timur. Keberhasilan mendampingi Tim Verifikasi Geopark Nasional selama empat hari menjadi bukti kuatnya sinergi antarperangkat daerah dalam mendukung proses penilaian. Pendampingan yang optimal tidak hanya memastikan seluruh agenda berlangsung sesuai rencana, tetapi juga memberikan kesan positif kepada tim verifikasi selama berada di Kutai Timur.
Berakhirnya visitasi di Kutai Timur sekaligus menandai selesainya tahapan penilaian di wilayah tersebut. Selanjutnya, Tim Verifikasi Geopark Nasional melanjutkan agenda visitasi ke Kabupaten Berau untuk meneruskan proses verifikasi Geopark Sangkulirang Mangkalihat. Meski demikian, Tim GSM Kutai Timur optimistis seluruh persiapan dan kerja keras yang telah dilakukan menjadi modal penting dalam mendukung Geopark Sangkulirang Mangkalihat meraih pengakuan pada jenjang yang lebih tinggi.
Penulis : Tejho
#Catatan Kaki
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki wilayah yang luas 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.