SANGATTA - Kawasan pesisir pantai di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, kembali menjadi tempat digelarnya festival yang menajdi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam melestarikan budaya dan tradisi lokal yakni Festival Festival Sekerat Nusantara.
Kegiatan yang sudah memasuki tahun ke-V penyelenggaraan ini mengusung tema "Sekerat Bersatu, Nusantara Bergema" dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Mahyunadi. Turut hadir pada kegiatan tersebut Kabid Kebudayaan Disdikbud Ilham, Camat Bengalon Muhhamad Harun Al Rasyid, forkopimcam, Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika serta hadirin lainnya. Jumat (10/07/2026).
Wabup Mahyunadi menekankan pentingnya menjaga identitas kebudayaan lokal dan melestarikan identitas kebudayaan lokal sebagai bagian dari jati diri daerah yang harus terus dijaga, diwariskan, dan dikembangkan di tengah arus modernisasi, agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup serta menjadi kekuatan dalam membangun karakter masyarakat.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga memberikan apresiasi kepada masyarakat, khusunya warga Desa Sekrat yang terus menjaga warisan budaya leluhur. Menurutnya, komitmen tersebut menjadi fondasi penting dalam mempertahankan identitas daerah sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah perkembangan zaman. Ia pun berharap upaya pelestarian budaya dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh arus globalisasi.
“Ini juga menajdi salah satu upaya kita untuk mempromosikan berbagai potensi keunggulan daerah kita terutama pariwisata budaya dan seni yang cukup beragam di Kabupaten Kutai Timur, salah satunya Festival yang kota selelnggarakan malam ini,”ucap Wabup Mahyunadi.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Ilham, Festival ini bukan sekadar panggung hiburan musiman, melainkan sebuah ruang sinergi yang diharapkan memberikan dampak bagi masyarakat, terutama dalam upaya pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan yang ada di dalam Festival yang turut melibatkan para pelaku UMKM tersebut.
"Festival Sekerat Nusantara ini membuka ruang kolaborasi yang semakin besar melalui pelestarian nilai tradisi dan sektor pariwisata," kata Ilham.
Kepala Desa Sekerat Sunan Dhika menjelasakan Festival yang akan berlangsung mulai tanggal 10-12 Juli ini menjadi upaya Pemerintah desa dalam mengoptimalkan potensi lokal, mulai dari seni budaya yang masih sangat terjaga dan sektor pariwisata yang memiliki daya tarik untuk terus dikembangkan.
Kegiatan ini juga, menurutnya menjadi bagian dari pengembangan ekonomi lokal. Dimana selama kegiatan yang melibatkan para pelaku UMKM ini juga di pastikan akan mampu meningkatkan perputaran ekonomi yang diharapkan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat, sekaligus membuka peluang usaha baru dan memperkuat kemandirian ekonomi desa.
“Kami ingin masayarakat kita tidak hanya tergantung dari sektor industri. melalui kegiatan ini kita harapkan masyarakat juga bisa berkembang dan meningkatkan kesejahteraanya,”ucap Sunan Dhika.