SANGATTA —pelestarian budaya daerah menjadi bagian dari komitmen pemerintahd alam upaya menjaga identitas dan kekayaan budaya lokal agar tetap hidup, berkembang, serta dikenal oleh generasi penerus.
Salah satu budaya yang saat ini ingin terus di lestarikan yakni Erau, sebuah tradisi budaya masyarakat Kutai yang memiliki nilai sejarah, adat, dan spiritual yang kuat. Tradisi ini secara turun-temurun menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kutai dan menjadi sarana untuk menjaga warisan budaya serta mempererat hubungan antarmasyarakat.
Tradisi ini menggambarkan hubungan antara manusia, alam, dan nilai-nilai adat yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kutai. Berbagai rangkaian ritual, kesenian, dan pertunjukan budaya dalam Erau menjadi gambaran kekayaan tradisi sekaligus simbol penghormatan terhadap leluhur.
Dalam perkembangannya, Erau tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga berkembang sebagai perayaan budaya yang menampilkan berbagai kesenian tradisional, seperti tari-tarian, musik tradisional, permainan rakyat, serta rangkaian upacara adat. Pelaksanaan Erau menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kutai kepada generasi muda maupun masyarakat luas.
Hal itu disadari betul oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang terus berupaya untuk menempatkan budaya dalam bagian penting setiap proses pembangunan. Salah satunya yang tengah di persiapkan yakni pelaksanaan Erau yang menjadi bagian untuk melestarikan budaya masyarakat asli Kalimantan ini.
Kepala Dinas Periwisata Kutim, Mahriadi mengatakan, proses persiapan pelaksanaan era uterus di matangkan. Koordinasi dan komunikasi lintas sektor terus di perkuat guna menyukseskan Erau yang baru pertama kali akan di laksanakan di Kabupaten yang terbagi menajdi 18 Kecamatan ini.
“Kami terus menjalin komunikasi dengan berbagai stakeholder, agar pelaksanaan ini berlangsung sukses,”ucap Mahriadi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2026).
.
Adapun rencana awal pelaksanaan Erau akan berlangsung bulan Oktober mendatang yang bertepatan dengan peringatan HUT Kabupaten Kutim yang ke 27. Pemilihan waktu tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk menghadirkan perayaan yang lebih meriah sekaligus memperkuat semangat pelestarian budaya daerah.
“Nah, saat ini kita juga masih menunggu arahan terkait konsep dan mekanisme pelaksanaan dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, selaku pemangku adat utama pelaksanaan Erau,”ucapnya.
Sedangkan untuk lokasi yang ditunjuk untuk pelaksanaan Erau, sambung Mahriadi akan di pusatkan di kawasan Rumah Besar Adat Kutai, Jalan Ring Road, Sangatta Utara. Berbagai kegiatan juga akan di hadirkan untuk menambah kemeriahan Erau.
Lebih lanjut, Mahriadi menjelaskan, pelaksanaan Festival Erau nantinya akan melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait yang di sesuaikan dengan tugas sesuai kewenangan masing-masing. Hal itu bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan dan dilaksanakan secara optimal, sekaligus memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam mendukung pelestarian dan pengembangan budaya daerah.
“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan berperan dalam aspek ritual adat dan substansi kebudayaan. Sementara , Dinas Koperasi dan UMKM akan mendukung melalui penyediaan stan pameran produk lokal. Sedangkan kami (Dinas Pariwisata) akan berfokus pada promosi dan publikasi festival,’ucap Mahriadi.
Menurutnya, Festival Erau tidak hanya menjadi momentum pelestarian tradisi dan kebudayaan, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi dan memperkuat identitas lokal kepada masyarakat luas. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif yang akan terlibat secara langsung selama kegiatan itu berlangsung.
“Ini menjadi bagian dari visi misi pemerintah daerah yang berkaitan dengan penguatan identitas daerah, pelestarian nilai budaya, dan pembangunan sumber daya manusia,”pungkasnya. (Irhan)
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.