Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Executive Coaching 2026 Resmi Dibuka, Bupati Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Inovatif

Executive Coaching 2026 Resmi Dibuka, Bupati Tekankan Kepemimpinan Adaptif dan Inovatif

SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman resmi membuka kegiatan Executive Coaching Tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari 18-21 Mei 2026, yang mengusung tema semangat mewujudkan “Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing”.

 

Kegiatan Executive Coaching yang digelar di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Senin (18/05/2026) ini  bertujuan bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kepemimpinan kepala perangkat daerah dalam mendorong percepatan transformasi organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Diikuti oleh 14 Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) 

 

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks dan dinamis sehingga pemerintah daerah dituntut mampu menghadirkan pelayanan publik yang cepat, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.

 

Menurutnya, Executive Coaching menjadi langkah strategis untuk membangun kapasitas kepemimpinan para pejabat daerah, bukan sekadar proses pembinaan formal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi  sarana untuk menggali potensi, memperkuat kompetensi, meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi pada kinerja.

 

Dirinya juga menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur menjadi prioritas penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing. Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya kemampuan kepala perangkat daerah dalam menerjemahkan visi dan misi pemerintah daerah ke dalam program kerja yang nyata dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

“Orientasi kerja pemerintah tidak cukup hanya menjalankan program secara normatif, tetapi bagaimana hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Di situlah ukuran keberhasilan pelayanan publik,” tegasnya.

 

 

Terakhir, orang nomor satu di Kutim ini juga kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi manajemen talenta ASN sebagaimana arah reformasi birokrasi nasional. Menurutnya, sistem manajemen talenta akan memastikan ASN ditempatkan sesuai kompetensi, kinerja, dan potensi yang dimiliki.

 

“Saya berharap kegiatan ini mampu melahirkan ASN Kutai Timur yang profesional, adaptif, inovatif, serta memiliki semangat pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

 

Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Kutim, Indra Arie Iranday, menjelaskan bahwa pelaksanaan Executive Coaching didasarkan pada sejumlah regulasi terkait pengembangan dan manajemen ASN, termasuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN serta kebijakan reformasi birokrasi nasional.

 

 “Selama ini pengembangan aparatur lebih banyak melalui pelatihan klasikal, namun dinilai belum maksimal mendorong transformasi organisasi. Karena itu dibutuhkan pendekatan yang lebih strategis dan berbasis penyelesaian masalah,” jelasnya.

 

Diketahui, Executive Coaching Tahun 2026 dilaksanakan Pemkab Kutim dengan menghadirkan para mentor berpengalaman, yakni Bambang Kismanto selaku Kepala Balai Diklat Keuangan Balikpapan Kementerian Keuangan RI, Teja Primawati Utamiselaku Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, serta Iwan Agustiawan Fuad selaku Tenaga Ahli Lembaga Penelitian dan Penerapan Ilmu Administrasi Universitas Indonesia.



Penulis : Maulana

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.

 


 

Adapun 14 kepala perangkat daerah yang mengikuti kegiatan Executive Coaching ini, di antaranya Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas DTPHP, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Disperkim, Kepala Dinas Sosial, Kepala Disperindag, Kepala Dinas Perhubungan, Direktur RSUD Kudungga,  Kepala Satpol PP Kutim dan Kepala Dispora.