Selain itu, Ardiansyah bersama rombongan, ternyata juga telah ditunggu oleh ratusan anggota Koperasi Kelapa Sawit Jaya Mutiara Kongbeng (JMK) yang sedang menggelar syukuran atas raihan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) serta Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), di Kantor Koperasi JMK, di Jalan poros Sangatta- Berau, Kecamatan Kongbeng.
Di kesempatan itu, Ardiansyah menyebut, saat ini dunia sudah mulai berfikir untuk tidak menganggap remeh hasil produksi perkebunan sawit asal Indonesia.
"Karena apa? Sekali saja kita tidak mengirim hasil sawit kita (Indonesia), mereka akan kebingungan. Karena saat ini, benua Eropa tergantung dari sawit kita," tutur Ardiansyah, yang turut didampingi Wakil Ketua DPRD Arfan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim Darsafani, serta undangan lainnya.
Lebih lanjut ia menerangkan, dengan raihan sertifikasi RSPO yang diberikan oleh organisasi dari berbagai sektor industri kelapa sawit, dengan tujuan mengembangkan dan mengimplementasikan standar global untuk produksi minyak sawit berkelanjutan, bahwa pemerintah tetap berkomitmen menerapkan pola perkebunan yang berkelanjutan, khususya kelapa sawit.
"Dengan adanya sertifikasi ini (ISPO dan RSPO), dunia mengakui bahwa tidak ada persoalan berat yang terjadi, sawit yang ditanam oleh masyarakat tidak melanggar rambu-rambu dan aturan," imbuhnya.
Dia mengaku bersyukur, perlahan namun pasti hasil perkebunan sawit di Kutim,dan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bahkan Indonesia, akan terus mengalami peningkatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas serta mendapatkan penghargaan di mata dunia.
Sebelumnya Ketua Koperasi Ade Akbar mengatakan, Koperasi yang berdiri sejak 2015 ini memiliki jumlah anggota 118 orang dan memiliki luasan lahan sebanyak 623 hektare.
"Kami sebagai petani sawit harus memiliki sertifikasi ISPO karena sifatnya mandatory(wajib),” ujarnya.
Selain itu raihan sertifikasi ini, sambung Ade, juga tidak terlepas dari pendampingan yang di lakukan oleh perusahaan PT KDA (Kresna Duta Agroindo) serta pemerintah daerah (Pemkab Kutim) yang terus mendorong para petani memiliki standar yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) yang bertujuan meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia.
Untuk diketahui, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) merupakan standar global untuk perkebunan kelapa sawit untuk menunjukkan proses produksi yang ramah lingkungan. Sedangkan Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) merupakan standar dari pemerintah Indonesia untuk perkebunan sawit berkelanjutan.
Penulis : Tehjo
Editor : Joni