Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Kejar Pemerataan Jaringan, Diskominfo Kutim Audiensi dengan Komdigi Bahas Blankspot

Kejar Pemerataan Jaringan, Diskominfo Kutim Audiensi dengan Komdigi Bahas Blankspot


JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong percepatan pemerataan jaringan telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang belum sepenuhnya mendapatkan layanan jaringan komunikasi.

Kepala diskominfo Staperk Kutim, Ronny Bonar H Siburian mengatakan, pihaknya mengaku hingga saat ini masih terdapat wilayah yang belum sepenuhnya mendapatkan akses layanan jaringan komunikasi secara optimal. Melalui berbagai langkah dan koordinasi lintas sektor, pemerintah terus membangun komunukasi untuk terus mempercepat dalam merealisasikan salah satu program unggulan daerah tersebut.


“Salah satunya dengan koordiansi dengan  pihak Kementrian Komunikasi dan Digital, untuk menjelaskan kondisi daerah kita terkait persoalan itu (jaringan komunkasi),”ujarnya di temui disela kunjungan kerja di kantor Komdigi, di Jakarta, Rabu (26/8/2026).


Dalam pertemuan tersebut, dirinya menyampaikan kondisi dan berbagai kendala layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah yang masih ditemukan di lapangan. Selain itu, dirinya juga berkesempatan untuk mengusulkan program prioritas pembangunan. Diantaranya terkait  infrastruktur telekomunikasi, termasuk pembangunan dan optimalisasi Base Transceiver Station (BTS).

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, juga  dibahas terkait batas kewenangan pemerintah kabupaten dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi, pembangunan menara BTS, serta regulasi mengenai infrastruktur pasif telekomunikasi di daerah, serta kejelasan mengenai indikator dan variabel yang menjadi dasar perhitungan target cakupan layanan telekomunikasi, termasuk peluang pembangunan infrastruktur secara mandiri oleh pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian target cakupan layanan tahun 2026 sebesar 74 persen.



“Pemerataan jaringan telekomunikasi bukan hanya soal akses internet, tetapi sudah menjadi bagian penting dari kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, wilayah yang masih blankspot perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat di seluruh Kutai Timur segera dapat merasakan manfaat pembangunan digital,” ujarnya.

Fajar prasanti Tim Akselerasi Infrastruktur Mobile Broadband pada Direktorat Akselerasi Infrastruktur Digital, Komdigi mengatakan, pembangunan Mobile Broadband 4G menjadi salah satu agenda akselerasi infrastruktur pada 2026. Salah satunya melalui kewajiban pembangunan BTS di 538 desa yang mengalami blankspot maupun sinyal lemah bagi pemenang seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Dirinya juga menyampaikan Pemerintah pusat juga mendorong sinkronisasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi dengan pembangunan kelistrikan melalui Program Listrik Desa Kementerian ESDM. Langkah tersebut dinilai penting karena ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor pendukung pembangunan BTS di wilayah terpencil.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyebut, bahwa peluang pembiayaan melalui berbagai skema dan kerja sama lintas pemangku kepentingan, termasuk feasibility study untuk menutup kesenjangan cakupan layanan serta peluang dukungan melalui kerja sama internasional menajdi salah satu upaya untuk terus mempercepat hadirnya pelayan publik yang merata di seluruh indonesia.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap sinergi dengan Komdigi terus diperkuat, baik dalam pembangunan BTS, optimalisasi jaringan, penyediaan akses internet maupun pengembangan ekosistem digital di desa.

Dengan semakin meratanya jaringan telekomunikasi, masyarakat Kutai Timur diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap pendidikan, pelayanan publik, komunikasi, pengembangan UMKM, serta berbagai aktivitas ekonomi berbasis digital.

Pemerataan jaringan tersebut sekaligus menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan transformasi digital yang dapat dirasakan masyarakat, mulai dari wilayah perkotaan hingga pelosok Kabupaten Kutai Timur.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas pembangunan akses internet dan program Kampung Internet. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan jaringan, tetapi juga mendorong keberlanjutan melalui kerja sama pemerintah desa, BUMDes, koperasi, dan penyelenggara jasa internet (ISP).(Wiryadi)


#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km²  atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.