SANGATTA - Masih sering melihat kucing berkeliaran, terutama di Pasar? Jangan heran. Sebab, Pasar masih menjadi tempat favorit untuk pembuangan kucing oleh orang yang tidak mampu merawat kucing. Seperti yang dituturkan Kepala UPT Pasar Induk Sangatta (PIS) Bohari kepada awak media saat disambangi di Ruang kerjanya, Sabtu (15/04/2023).
"Presepsi masyarakat, di kira di sini (PIS) sudah tersedia makanan. Padahal kita tau, menelantarkan hewan, termasuk kucing ada sangsi bagi pelakunya, karena termasuk perbuatan yang tidak bertanggung jawab, " ujarnya.
Alasan itu, bukan tanpa sebab, mengingat, populasi hewan dengan nama latin Felis Catus ini di pasar, kebanggaan masyarakat Kutim sudah sangat banyak.
Selain itu, sambung Bohari, beberapa kucing yang berkeliaran di lokasi tersebut juga ditemukan dengan kondisi kesehatan yang tidak baik, yang dikhawatirkan bisa mengganggu kenyamanan para pengunjung.
"Saya imbau kepada masyarakat, jangan lagi buang kucing ke pasar, kasihan mereka (kucing)," ucap Buhori.
Dan sesuai arahan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda, saat melakukan intervensi dan penilaian dalam lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, tingkat nasional, PIS diminta untuk bisa mengendalikan jumlah populasi kucing,
"Secara bertahap mereka (kucing) yang selama ini berada di PIS. Kami relokasi di tempat yang sekiranya aman," pungkasnya.
Penulis : Tehjo
Editor : Joni
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.