"Presepsi masyarakat, di kira di sini (PIS) sudah tersedia makanan. Padahal kita tau, menelantarkan hewan, termasuk kucing ada sangsi bagi pelakunya, karena termasuk perbuatan yang tidak bertanggung jawab, " ujarnya.
Alasan itu, bukan tanpa sebab, mengingat, populasi hewan dengan nama latin Felis Catus ini di pasar, kebanggaan masyarakat Kutim sudah sangat banyak.
Selain itu, sambung Bohari, beberapa kucing yang berkeliaran di lokasi tersebut juga ditemukan dengan kondisi kesehatan yang tidak baik, yang dikhawatirkan bisa mengganggu kenyamanan para pengunjung.
"Saya imbau kepada masyarakat, jangan lagi buang kucing ke pasar, kasihan mereka (kucing)," ucap Buhori.
Dan sesuai arahan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda, saat melakukan intervensi dan penilaian dalam lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, tingkat nasional, PIS diminta untuk bisa mengendalikan jumlah populasi kucing,
"Secara bertahap mereka (kucing) yang selama ini berada di PIS. Kami relokasi di tempat yang sekiranya aman," pungkasnya.
Penulis : Tehjo
Editor : Joni