
Program 50 Unggulan: Kutim Genjot Stop Stunting Lewat Susu dan Antropometri
SANGATTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menyalurkan ratusan alat antropometri dan program susu gratis bagi puluhan ribu pelajar.
Program ini menjadi bagian dari pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta untuk membantu dalam tumbuh kembang anak dan pencegahan masalah gizi sejak usia dini.
Secara simbolis, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi sang istri Ny Siti Robiah menyerahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu kepada siswa-siswi TK Negeri 1 Sangatta Utara, Jalan Graha Expo, Jumat (13/02/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Dr. Yuwana Sri Kurniawati menjelaskan, susu yang diberikan kepada siswa-siswi ini berupa susu UHT yang memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk membantu pertumbuhan anak-anak. Program ini menyasar 15.101 anak PAUD, 55.363 siswa SD, serta 19.854 siswa SMP di seluruh wilayah Kutai Timur.
Selain susu, Pemerintah Daerah juga memberikan bantuan i satu set lengkap antropometri kit, terdiri atas timbangan badan digital, alat ukur panjang dan tinggi badan (stadiometer), serta alat pengukur lingkar kepala dan lingkar lengan atas. Peralatan ini akan digunakan untuk memantau pertumbuhan anak secara berkala dan terukur.
“Melalui penyaluran alat antropometri ini, kami ingin memastikan proses pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara lebih akurat dan berkelanjutan di setiap satuan pendidikan. Data yang diperoleh nantinya menjadi dasar dalam mendeteksi dini potensi masalah gizi,”ujarnya.
Adapun penerima alat antropometri mencakup 342 satuan pendidikan tingkat PAUD yang terdiri atas TK, KB, SPS, dan TPA se-Kabupaten Kutai Timur.
Dr. Yuwana menegaskan, pihaknya terus melakukan pembaruan dan validasi data agar seluruh sekolah yang belum terdata dapat menikmati program yang menjadi bagian dari implementasi 50 Program Unggulan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi tersebut dan masuk dalam klaster Gratis Minum susu dan makan buah untuk stop stunting.
“Harapannya, seluruh anak di Kutai Timur mendapatkan kesempatan yang sama dalam pemantauan pertumbuhan dan pemenuhan gizi yang optimal,”tegasnya.
Diharapkan dengan langkah ini mampu membantu dalam memperkuat intervensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Selain itu, langkah maju ini mampu mendorong pencegahan dan penanganan permasalahan gizi lebih optimal, sekaligus memperkuat sistem pemantauan pertumbuhan anak secara menyeluruh dan berkesinambungan di seluruh wilayah Kutai Timur.
Penulis : Maulana
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.