Mon 09/02/2026
  Admin Berita Berita

Sangatta Selatan Menuju Sentra Pertanian dan Pariwisata, Akses Jalan Jadi Kunci

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai memetakan strategi besar untuk mendorong transformasi wilayah Sangatta Selatan. Fokus utama diarahkan pada penguatan daya dukung infrastruktur guna mengembangkan sektor pertanian dan pariwisata sebagai penopang perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Camat Sangatta Selatan, Dewi Dohi, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Sangatta Selatan, Senin (09/02/2026).

Salah satu konsentrasi pemerintah dalam menyiapkan infrastruktur tersebut adalah akses jalan yang selama ini menjadi kendala utama dalam mendorong pengembangan wilayah serta pemanfaatan potensi sumber daya alam melalui sektor pariwisata dan pertanian.

Diketahui, Sangatta Selatan merupakan wilayah yang belum memiliki akses jalan terintegrasi. Aktivitas usaha pertanian masyarakat masih bergantung pada akses jalan milik perusahaan (Pertamina), sehingga kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan.

“Sangatta Selatan sampai saat ini belum memiliki jalan penghubung antardesa. Selama ini kita masih menumpang pada akses Pertamina, sehingga pembangunan ring road atau jalan lingkar bukan lagi sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menghubungkan titik-titik permukiman,” ujar Dewi.

Selain akses jalan, persoalan lain yang juga memerlukan perhatian serius adalah layanan dasar listrik PLN yang hingga kini belum sepenuhnya dirasakan warga, khususnya di Dusun Sungai Tabuan hingga Teluk Lombok. Pemerintah juga menyoroti pentingnya pembangunan sarana drainase yang memadai sebagai upaya pencegahan banjir, mengingat wilayah tersebut rawan genangan saat curah hujan tinggi.

Ketersediaan sistem drainase yang baik tidak hanya melindungi permukiman warga, tetapi juga menunjang kesehatan lingkungan serta kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari harapan besar masyarakat agar pembangunan infrastruktur dasar dapat segera direalisasikan.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang P2EP Bappeda Kutai Timur, Marhadin, menekankan pentingnya kolaborasi antara desa dan perangkat daerah dalam menyaring usulan prioritas yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Terlebih, Sangatta Selatan memiliki potensi unggulan di luar sektor pertambangan, seperti keberadaan Taman Nasional Kutai (TNK), sektor perikanan, dan pertanian, yang dapat menjadi modal penting dalam transformasi ekonomi sesuai arah pembangunan tahun 2027.

“Hasil Musrenbang inilah yang kita harapkan ke depan dapat memperlihatkan wajah baru Kecamatan Sangatta Selatan,” pungkasnya.



Penulis : Irhan


#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.