KALIORANG- SD Negeri 002 Kaliorang menjadi salah satu titik penilaian dalam proses verifikasi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Sekolah ini dinilai telah memenuhi berbagai aspek yang mendukung konsep geopark, mulai dari unsur geologi, keanekaragaman hayati, hingga budaya.
Selain telah mengantongi akreditasi nasional dan tengah mengusulkan predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, SD Negeri 002 Kaliorang juga menerapkan pendidikan berbasis lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar. Dari sisi geologi, kawasan sekolah memiliki nilai penting karena berada di lokasi yang diyakini merupakan bekas selat yang terangkat akibat aktivitas tektonik. Bukti sejarah geologi tersebut diperkuat dengan keberadaan batuan di depan perpustakaan sekolah serta lokasinya yang berdekatan dengan kawasan Gunung Kapur.
Sementara itu, pada aspek budaya, sekolah secara konsisten mengenalkan muatan lokal kepada peserta didik, termasuk pembelajaran bahasa daerah dan budaya setempat. Ketiga unsur tersebut menjadi bagian penting dalam proses penilaian Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Berbagai indikator sekolah berwawasan lingkungan pun telah diterapkan secara menyeluruh. Mulai dari konservasi air, konservasi energi, pelestarian keanekaragaman hayati, pengelolaan sampah, hingga sanitasi dan drainase yang telah menjadi budaya di lingkungan sekolah.

Sebagai bentuk komitmen terhadap efisiensi energi, sekolah memanfaatkan panel surya untuk mengurangi penggunaan listrik. Sementara kawasan sekolah dipenuhi beragam tanaman yang dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.
Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui kebijakan bebas sampah plastik. Seluruh siswa diwajibkan membawa tumbler dan kotak makan dari rumah, sedangkan kantin sekolah tidak diperkenankan menjual makanan maupun minuman dalam kemasan sekali pakai. Seluruh makanan disajikan menggunakan peralatan yang dapat digunakan berulang sebagai solusi pengelolaan sampah, mengingat wilayah tersebut belum memiliki tempat pembuangan akhir.
Kepala SD Negeri 002 Kaliorang, Nurhawati, mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran sejak dini agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan dan mampu menjaga kekayaan alam di sekitarnya. Untuk itu, materi mengenai geopark dikenalkan secara bertahap melalui berbagai aktivitas pembelajaran, baik di dalam kelas maupun melalui sudut informasi yang tersedia di perpustakaan sekolah sehingga dapat dipelajari siswa saat waktu luang.
Nurhawati berharap kehadiran Tim Verifikasi Geopark Nasional tidak hanya menjadi bagian dari proses penilaian, tetapi juga mampu menjadi penyemangat bagi seluruh civitas sekolah dan masyarakat untuk semakin peduli terhadap kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Dengan meningkatnya kesadaran bersama, upaya menjaga warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya di kawasan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut bagi generasi mendatang.
Penulis : Tejho
#Catatan Kaki
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki wilayah yang luas 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.