BENGALON - Ritual Adat Belian Semegah kembali menjadi bagian penting dalam rangkaian Festival Sekerat Nusantara yang ke lima di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Tradisi sakral yang berlangsung selama tujuh hari tujuh malam ini merupakan warisan budaya leluhur masyarakat suku Kutai yang hingga kini masih terus dilestarikan. Tradisi ini menjadi bentuk rasa syukur, permohonan keselamatan, penyembuhan, serta penghormatan kepada para leluhur.
Sejak dahulu, upacara ini dipercaya sebagai sarana pengobatan tradisional, penolak bala, sekaligus media untuk memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui doa-doa adat yang dipimpin oleh seorang Belian atau dukun adat.
Keberadaannya menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Selain menjaga tradisi leluhur, ritual ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang selalu dinantikan masyarakat maupun wisatawan setiap pelaksanaan Festival Sekerat Nusantara.
Dalam pelaksanaannya, Ritual Belian Semegah diawali dengan prosesi pembersihan lokasi upacara dan doa pembuka. Selanjutnya, Belian memimpin ritual inti melalui tarian adat, lantunan doa, serta pembacaan mantra yang diiringi musik tradisional. Prosesi tersebut dilengkapi dengan persembahan sesajen berupa makanan tradisional, hasil bumi, hasil laut, dan dupa sebagai simbol rasa syukur serta penghormatan kepada leluhur. Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan pemberian restu kepada masyarakat dan pembagian berkat sebagai simbol harapan akan keselamatan dan kesejahteraan bersama.
Ritual Belian Semegah juga menjadi bagian dari rangkaian budaya yang dipadukan dengan Tepung Tawar Adat Kutai serta tradisi Poles Laut. Dalam prosesi Poles Laut, masyarakat mempersembahkan hasil bumi dan hasil laut sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang diberikan. Puncak prosesi ditandai dengan pelarungan perahu naga ke laut sebagai simbol permohonan maaf kepada alam serta doa agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan hasil laut yang melimpah.
Upacara adat ini umumnya dipusatkan di kawasan Pantai Sekerat maupun Lapangan Desa Sekerat yang menjadi lokasi utama penyelenggaraan Festival Sekerat Nusantara. Kehadiran masyarakat dari berbagai daerah setiap tahunnya menunjukkan bahwa Belian Semegah bukan hanya memiliki nilai budaya dan spiritual, tetapi juga berperan dalam memperkenalkan kekayaan tradisi Kutai kepada generasi muda dan wisatawan.
Melalui pelestarian Ritual Adat Belian Semegah, masyarakat Desa Sekerat berharap warisan budaya leluhur tetap terjaga, sekaligus menjadi kekuatan dalam mempererat persatuan, memperkokoh identitas budaya daerah, serta mendukung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Kutai Timur.
Penulis : Maulana
#Catatan Kaki
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki wilayah yang luas 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.