SANGATTA – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menaruh perhatian khusus terhadap lonjakan produksi padi pada musim panen raya yang terjadi pada bulan Agustus dan September ini. Potensi panen yang melimpah dinilai membutuhkan langkah cepat agar seluruh hasil produksi dapat terserap pasar secara optimal
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kutim Dyah Ratnaningrum mengungkapkan, bahwa fokus utama saat ini yakni memastikan alur distribusi dan penanganan pascapanen berjalan tanpa hambatan. Pasalnya, volume panen yang dihasilkan terutama dari Kecamatan Kaubun di prediksi akan mencapai puncaknya, sehingga memerlukan intervensi penanganan yang tepat sasaran.
"Kami harus mengatasi bagaimana caranya agar hasil ini terserap pasar, termasuk menangani gabah kering panen dan menjaga kualitas berasnya," ujar Dyah.
Lebih lanjut, pengelolaan kualitas beras menjadi kunci utama agar hasil panen petani Kutim memiliki daya saing tinggi di pasaran. Upaya peningkatan mutu ini dilakukan secara bertahap mulai dari pengolahan di tingkat hulu hingga penyiapan rantai pasok di tingkat hilir.
selain itu, Pengolahan gabah kering panen yang tepat dinilai sangat penting untuk mencegah penurunan mutu pasca panen. Pihaknya menegaskan akan terus menjalin koordinasi dengan para pelaku usaha logistik lokal guna mempermudah akses penyerapan beras oleh masyarakat luas.
“Ini menjadi bagian dari upaya kita (Pemierintah) agar hasil panen para petani kita juga mampu memberikan dampak yang baik bagi peningkatan perekonomian mereka (Petani),”pungkasnya.(Irhan)
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.