
Komitmen Jamin Akses Kesehatan Masyarakat, Kutim Raih Penghargaan UHC Tingkat Utama
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kembali berhasil menyabet penghargaan Universal Health Coverage (UHC) tingkat Utama. Setelah di tahun sebelumnya, juga mendapat penghargaan serupa tertinggi ini dari BPJS Kesehatan atas komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menjamin akses kesehatan seluruh lapisan masyarakat melalui program BPJS Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati , menjelaskan bahwa penghargaan kategori Utama ini diraih karena Kutim dinilai konsisten memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat yang sudah di berikan sejak tahun 2017. Bahkan, pada tahun lalu, angka kepesertaan jaminan kesehatan di wilayah tersebut telah melampaui target nasional dan mendapatkan penghargaan serupa.
"Capaian kita saat ini sudah menyentuh 106 persen. Angka yang melebihi total penduduk ini terjadi karena banyak karyawan perusahaan yang secara administrasi ber-KTP luar daerah, namun terdaftar dan mendapatkan layanan BPJS di Kutai Timur," ujar Yuwana saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (03/02/2026).
Yuwana memaparkan, terdapat tiga tingkatan dalam penghargaan ini, yakni tingkat Pratama, Madya dan yang tertinggi Utama. Keberhasilan Kutim menduduki level tertinggi tidak lepas dari berbagai inovasi yang di hadirkan, salah satunya melalui kebijakan Pemda yang memberikan intervensi pembayaran iuran rutin hingga tunggakan bagi masyarakat dengan kategori mandiri.
"Kami memiliki inovasi di mana peserta mandiri yang menunggak pembayarannya dialihkan menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh APBD. Begitu juga dengan karyawan yang berhenti bekerja atau pensiun, iurannya langsung dicover oleh Pemkab," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semangat utama dari program ini adalah gotong royong. Dengan kata lain, bagi masyarakat yang sehat dan mampu secara tidak langsung juga turut berkontribusi dalam membantu warga lain yang memanfaatkan layanan kesehatan melalui program BPJS.
"Intinya adalah saling membantu. Melalui kepesertaan aktif ini, warga tidak perlu lagi merasa khawatir atau terbebani biaya besar saat harus menjalani operasi maupun perawatan kronis lainnya," tuturnya.
Dalam kesempatan itu juga, dirinya juga menegaskan sesuai dengan arahan dari Bupati ardiansyah Sulaiman, bahwa Pemerintah Daerah akan terus berkomitmen untuk terus memberikan layanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat. Terutama warga rentan dan pekerja terdampak.Dirinya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung BPJS Kesehatan agar perlindungan kesehatan yang merata dan berkelanjutan bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
"Apresiasi atas terselenggaranya UHC Award Tahun 2026 sebagai bentuk pengakuan sekaligus pengingat atas komitmen bersama dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan," pungkasnya.
Penulis : Irhan
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.