
Generasi Muda Ambil Peran, Forum Anak Muara Wahau Usulkan Beragam Program Sosial
MUARA WAHAU – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bukan sekadar forum penyampaian usulan, tetapi juga ruang partisipatif bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk anak-anak. Keterlibatan Forum Anak dalam perencanaan pembangunan daerah menjadi bagian penting untuk memastikan hak dan kebutuhan anak terakomodasi dalam kebijakan pemerintah.
Keterlibatan itu tampak dalam Musrenbang tingkat Kecamatan Muara Wahau yang digelar di BPU Kantor Camat Muara Wahau, Rabu (11/2/2026). Dalam forum tersebut, perwakilan Forum Anak Muara Wahau diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi terkait rencana pembangunan tahun 2027.
Bunga Zahra Ahmadtia Putri tampil mewakili suara anak-anak di kecamatan tersebut dengan membawa sejumlah gagasan yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan penguatan karakter generasi muda.
Siswi kelas 12 asal SMK Negeri 1 Muara Wahau itu juga menyampaikan rencana program “Berbagi Kasih”, yakni kegiatan relawan Forum Anak di Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) untuk mendukung tumbuh kembang balita, serta gerakan donasi buku bacaan, pakaian layak pakai, dan alat tulis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Melalui program ini, kami ingin hadir langsung membantu adik-adik balita sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial di kalangan remaja,”ucapnya
Kemudian Bunga Zahra yang mempunyai hobi bernyanyi itu juga memaparkan program “Sobat Sehat” yang berisi kampanye pencegahan stunting melalui edukasi gizi seimbang dan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja. Sosialisasi tersebut menyasar pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat. Selain itu, Forum Anak juga berencana mengedukasi bahaya perundungan dan penyalahgunaan narkoba yang berdampak pada kesehatan mental.
Tak hanya itu, Forum Anak turut mengusulkan kegiatan senam bersama setiap tiga bulan secara bergiliran di sekolah-sekolah sebagai upaya membudayakan pola hidup sehat di kalangan pelajar.
Dalam bidang perlindungan anak, Forum Anak Muara Wahau menggagas program “Sobat Cerdas”, yakni peran aktif anggota Forum Anak sebagai pelapor atau penghubung apabila menemukan kasus kekerasan atau anak yang membutuhkan perlindungan khusus untuk diteruskan kepada pihak berwenang di tingkat kecamatan.
Pada sektor sarana dan prasarana, Forum Anak mengajukan pembangunan perpustakaan ramah anak di Kecamatan Muara Wahau karena hingga kini belum tersedia fasilitas tersebut. Selain itu, mereka juga mengusulkan pembangunan taman mini ramah anak sebagai ruang belajar dan rekreasi yang edukatif.
Aspirasi lainnya mencakup penyediaan beasiswa bagi pelajar berprestasi yang diterima di perguruan tinggi unggulan nasional maupun internasional, serta pengadaan angkutan umum guna meminimalisir risiko kecelakaan bagi anak di bawah umur yang belum memiliki izin mengemudi.
Kemudian Forum Anak juga mendorong penyelenggaraan seminar tentang hak anak, kesehatan, dan pendidikan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga. Mereka turut mengusulkan pemilihan Duta Generasi Berencana sebagai figur motivator dan pelopor perencanaan masa depan remaja.
“Selain itu, kami juga meminta kepada Dinas Pemadam Kebakaran untuk mengadakan simulasi penyelamatan diri saat terjadi kebakaran juga menjadi perhatian, agar anak-anak memiliki kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat,”ujarnya.
Menjelang peringatan Hari Anak Nasional 2026, Forum Anak mengusulkan penyelenggaraan lomba permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, dan congkak, serta festival seni daur ulang berbasis kreativitas bahan bekas. Mereka juga berharap adanya sosialisasi berkelanjutan terkait peran Forum Anak sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Partisipasi aktif Forum Anak dalam Musrenbang ini menunjukkan bahwa pembangunan yang inklusif perlu memberi ruang bagi suara generasi muda, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.
Penulis : Maulana
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.