Thu 12/02/2026
  Admin Berita Berita

Sangatta Utara Petakan Potensi Desa, Infrastruktur dan Layanan Dasar Jadi Tantangan

 

 

SANGATTA - Kecamatan Sangatta Utara memiliki beragam potensi sumber daya alam yang bisa  terus di kembangkan. Tidak hanya sektor pertambangan. Namun wilayah yang menjadi Ibukota Kabupaten Kutai Timur ini juga menyimpan beragam potensi yang bisa dimanfaatkan untuk membantu peningkatan perekonomian masyarakat. 

Camat Sangatta Utara, Hasdiah mengatakan, dengan kekayaan sumber daya yang di miliki, saat ini pihaknya sudah mulai memetakan potensi unggulan di setiap desa. Hal ini bertujuan untuk melanjutkan pengembangan potensi ekonomi lokal secara terarah dan berkelanjutan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di tiap desa. 

Hasdiah menjelaskan, pemetaan tersebut mencakup sektor pertanian, perikanan, UMKM, hingga potensi wisata desa yang dinilai memiliki nilai jual. Dengan data yang lebih terstruktur, pemerintah kecamatan dapat merancang program pembinaan, pelatihan, dan pendampingan yang tepat sasaran. 

 

"Desa Sangatta Utara, dipetakan sebagai bidang perekonomian. Sedangkan Kelurahan Teluk Lingga pengembangan air tawar. Kemudian, Desa  Swarga Bara pengembangan UMKM Batik. Berikut Desa Singa Gembara potensi kebudayaan, "ucap Hasdiah dalam Musrenbang tingkat Kecamatan, Rabu (11/2/2026) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Sangatta Utara. 

 

Lebih jauh ia memaparkan, untuk mendukung program tersebut, Hasdiah menyebut masih mengalami kendala dalam pemenuhan kebutuhan dasar infrastruktur dan sarana penunjang yang menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan potensi desa. 

 

"Kami mendapatkan laporan untuk Desa Sangatta Utara yang belum teraliri listrik kurang lebih 5 RT, dan belum menikmati PDAM 20 RT. Sedangkan Singa Gembara yang belum menikmati air dan listrik kuramg lebig 5 RT, Desa di Swarga Bara kurang lebih 7 RT. Dan masing-masing per RT itu kurang lebih dari 50 warganya. Kita ini di tengah kota tapi masih ada masyarakat kita yang belum menikmati listrik dan PDAM," ungkap Hasdiah. 

 

Selain itu, untuk mendukung dalam pengembangan wilayah dan penataan ruang, dirinya juga menyebut perlu adanya ketegasan dari instansi terkait untuk melakukan penertiban apabila ada masyarakat yang melakukan pelanggaran. 

 

"Contohnya banyak PKL (Pedagang Kaki Lima) yang berjualan, hampir di setiap pinggir jalan bahkan ada yang menutup paret (selokan) yang seharusnya mudah dibersihkan. Tetapi karena ada yang berjualan diatas kita terhalang," ungkap Hasdiah. 

 

Berikut belum ada lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) secara merata. Sehingga berdampak terhadap kebersihan kota karena Sebagian besar sampaj masih menumpuk di median jalan  untuk dirinya meminta agar persoalan sampah ini bisa segera diselesaikan. Termasuk penanganan Stunting dan keluarga resiko stunting yang juga menjadi  salah satu fokus perhatian pemerintah kecamatan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

 

 

"Kemudian, kita belum ada Ruang Terbuka Hijau (RTH). Yang mana diketahui bersama STQ atau Taman Bersemi merupakan aset dari kecamatan, tapi sampai hari ini belum ada pergerakan dari pihak terkait, walau kami dari pihak kecamatan sudah bersusah payah melakukan hal-hal  yang menjadi kewenangan kami," tutur Hasdiah 

 

 

Berkaitan dengan Musrenbang yang tahun ini mengusung tema “Transformasi Ekonomi Berkelanjutan melalui Penguatan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berdaya Saing Menuju Kutai Timur Sejahtera”  ini  merupakan forum strategi dan sangat penting dalam perencanaan pembangunan. Serta menjadi wadah untuk penyelarasan usulan-usulan pembangunan dari desa dan kelurahan, agar perioritas pembangunan daerah serta kebijakan pemerintah yang lebih dini. 

 

Melalui musrenbang, lanjutnya diharapkan dapat mengahasilkan kesepakatan bersama mengenai prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat, baik di bidang pemerintahan pembangunan manusia, bidang perekonomian dan sumber daya alam dan bidang infrastruktur kewilayahan. 

 

"Perlu saya sampaikan bahwa tidak semua usulan dapat terakomodir sekaligus mengingat keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, kita perlu menetapkan skala prioritas secara bijak berdasarkan urgensi dan manfaat yang paling besar bagi masyarakat," pungkasnya. 




 

Penulis : Wak Hedir


#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.